
Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan pidato politiknya dalam Dies Natalis dan Rapimnas Partai Demokrat di Jakarta Convention Centre, Senayan, Jakarta, Selasa (7/2).
JawaPos.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku ada dua pertanyaan kritis yang mengusik pikirannya. Pertama adalah benarkah kebhinnekaan di Indonesia terancam saat ini, sebagaimana yang gencar disuarakan oleh sebagian kalangan? Kedua, masih relevankah berbicara kebhinnekaan, setelah lebih dari 70 tahun Indonesia merdeka?
Menurut SBY, pertanyaan pertama jawabannya adalah tidak. Sebab, saat ini, tidak ada ancaman yang serius terhadap kebhinnekaan kita. "Namun, ada benih-benih yang bisa mengganggu kebhinnekaan, ini jika tidak kita cegah dan kelola dengan baik," ujar SBY dalam Dies Natalies ke-15 Partai Demokrat, JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (8/2).
Sementara terhadap pertanyaan kedua, jawabannya adalah iya. Karena berbicara tentang kebhinnekaan tetap dan selalu relevan. Menjaga dan merawat kebhinnekaan boleh dikata menjadi never ending goal. Menurutnya dari perspektif sejarah, menjadi bangsa yang rukun, harmonis dan toleran adalah bagian dari keinginan Indonesia.
"Kebhinnekaan kita bukanlah sekedar perbedaan identitas dari segi agama, etnis, suku bangsa dan asal daerah. Lebih dari itu. Bangsa kita juga majemuk dari segi budaya, bahasa, adat dan nilai-nilai lokal yang lain. Kita juga beragam dalam aliran paham, cara pandang, status sosial dan pilihan politik dalam kepartaian," ungkapnya.
Lebih lanjut SBY mengatakan, masih segar dalam ingatannya ketika Indonesia mengalami konflik komunal yang berdarah. Benturan horisontal itu terjadi di Sampit, Poso, Ambon dan Maluku Utara. Dengan demikian untuk mengatasi dan mengakhiri konflik komunal itu diperlukan waktu 5 tahun.
"Itupun masih dilanjutkan dengan proses rekonsiliasi dan trust building, yang juga memerlukan waktu yang panjang," tuturnya.
Karenanya, pesan yang disampaikan SBY adalah tidak bermain-main dengan kebhinnekaan. Kalau memang tidak ada ancaman, jangan dihembus-hembuskan dan dimanipulasi secara politik, sehingga akhirnya benar-benar menjadi masalah.
"Kita harus sungguh berhati-hati bermain air basah, bermain api terbakar. Saya sungguh merasakan dan mengetahui, karena sebagai Menko Polkam, dulu saya ikut menangani dan menyelesaikan konflik-konflik horisontal itu," katanya.
Munurut SBY yang bagi pemerintah saat ini bisa menjaga dan merawat kebhinnekaan itu sekarang dan ke depan. "Saya berpendapat, ada 2 kata kunci jika kita ingin sukses menjaga kebhinnekaan. Yang pertama adalah toleransi; dan yang kedua tenggang rasa," katanya.
Toleransi berarti menghormati perbedaan. Toleransi juga berarti kita bisa mengerti, dan tidak cepat tersinggung atau marah, jika mendengar atau mengetahui sesuatu yang tidak sesuai. Sementara, tenggang rasa adalah kemampuan dan kesediaan untuk mengendalikan diri.
Jadi masyarakat mencegah tutur kata dan perbuatan yang bisa melukai, menyinggung, memperolok, dan merendahkan keyakinan saudara kita yang berbeda identitas. "Karenanya, toleransi ini harus senantiasa dipasangkan dengan tenggang rasa," imbuhnya.
SBY juga mengajak masyarakat taburkan kasih sayang, jangan saling membenci dan menghormati semua agama di negeri ini. Singkirkan jauh-jauh dari bumi Indonesia yang disebut Islamophobia, Kristenophobia, atau phobia-phobia terhadap agama manapun.
"Negara tidak boleh membangun kebencian terhadap agama manapun. Inilah keindahan negara Pancasila, negara yang berketuhanan," katanya.
Sementara itu, berkaitan dengan respons negara, utamanya penegak hukum, pasca rangkaian aksi damai di penghujung tahun 2016 yang lalu haruslah tetap terukur, tepat, bijak dan tidak melebihi kepatutannya. Jangan sampai dibaca negara menjadikan rakyat dan umat islam sebagai musuhnya.
"Mari taburkan kasih sayang, jangan saling membenci dan mari hormati semua etnis dan suku bangsa di negeri ini," tuturnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
