
Sejumlah siswa menggunakan fasilitas WiFi saat mengikuti kegiatan pembelajaran jarak jauh di balai warga Kelurahan Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta, Kamis (27/8/2020). Warga setempat menyediakan wifi gratis bagi pelajar yang terkendala biaya kuot
JawaPos.com - Subsidi kuota internet gratis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk siswa, guru, mahasiswa dan dosen telah selesai per November lalu. Adapun, pengiriman di November tersebut merupakan gabungan untuk penyaluran kuota Desember.
Koordinator Nasional Perhimpinan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim pun meminta agar Kemendikbud melakukan publikasi sisa anggaran yang tersisa dari program tersebut. "Kemendikbud harus menyampaikan mempublish ya, berapa yang sudah terpakai atau yang sudah terkirim, dan berapa miliar atau berapa triliun itu sisanya yang mesti balik ke kas negara," jelasnya kepada JawaPos.com, Kamis (17/12).
Adapun, penyaluran kuota pada September lalu terkirim kepada 27,3 juta penerima, kemudian pada Oktober meningkat menjadi 35,7 juta orang. Lalu, pada penyaluran November-Desember tidak ada peningkatan atau tetap 35,7 juta penerima. Ini jauh dari target Kemendikbud yang menetapkan akan mengirimkan kepada 59.543.090 orang.
Baca Juga: Penyaluran Kuota Gratis Kemendikbud Selesai, Tidak Capai Target
Dari situ, pihaknya melihat bahwa keterserapan bantuan kuota internet ini sangat rendah sekali. Padahal berbagai survei menunjukkan, warga pendidikan yang menerima kuota gratis merasa terbantu dengan bantuan subsidi kuota internet ini. Akan tetapi, sayangnya keterserapannya sangat rendah.
"Benar-benar rendah serapan anggarannya kalau begitu. Harusnya 2 bulan evaluasi Kemendikbud lakukan perbaikan pendataan. Ini namanya Kemendikbud tak belajar dari kesalahan yang 2 bulan awal. Sepertinya Kemendikbud khawatir jika dikritik publik," ucapnya.
Jadi, sisa dana atau sisa uang yang tidak terpakai untuk bantuan kuota ini wajib dibalikkan kepada negara dan harus dipublikasikan kepada masyarakat. Sebab, anggaran tersebut menggunakan anggaran negara dari rakyat.
"Ini merupakan kewajiban sebagai tanggung jawab dan bentuk transparansi akuntabilitas yang dilakukan oleh Kemendikbud," tutup Satriwan.
Sebelumnya, Plt. Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) Kemendikbud, Hasan Chabibie mengungkapkan bahwa total pengiriman kuota data untuk November-Desember berjumlah 35,7 juta orang. Kuota masih sama seperti pengiriman di bulan Oktober.
’’Tidak ada peningkatan,’’ ungkapnya kepada JawaPos.com, Kamis (3/12).
Dia mengatakan bahwa penyebabnya adalah warga pendidikan berada di wilayah 3T (terluar, terdepan, tertinggal), sekolah yang tidak mendaftar untuk kuota gratis hingga belum mengisi SPTJM (surat pernyataan tanggung jawab mutlak). Anggaran yang tidak terserap penuh itu pun rencananya akan dikembalikan kepada negara.
’’Bisa jadi, terkait dengan kurang meratanya sinyal infrastruktur di Indonesia dan pihak sekolah yang mungkin tidak mengisi SPTJM terkait kuota ini. Kami kembalikan ke negara," ujarnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=9OUyPbyMSCw

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
