
Panglima TNI HAdi Tjahjanto
JawaPos.com - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengungkapkan rasa bangganya bisa hadir di tengah ulama, tokoh lintasagama, serta pemuka adat di Sumatera Utara (Sumut). Kebanggaan itu disampaikan lantaran Sumut bisa menampilkan kehidupan yang sejuk dan damai.
Harmoni itu, katanya, ditandai dengan keanekaragaman agama, suku, dan adat yang hidup berdampingan di Sumut. Dengan begitu, Sumut hampir tidak terganggu dengan isu-isu intoleransi yang saat ini berkembang di masyarakat.
“Sumut ini wajah Indonesia seutuhnya. Bermacam ragam agama, suku dan adat ada di sini, namun tetap bersaudara hidup rukun dan damai,” tutur Panglima Hadi dalam keterangannya, Rabu (13/3).
Hadi menuturkan, sesuai dengan yang dijelaskan pengasuh Ponpes al-Kautsar Syekh Ali Akbar Marbun, kerukunan di Sumut sudah terwujud sejak dulu. Kerukunan inilah yang menjadi modal utama untuk menjaga keutuhan NKRI.
Hadi menjelaskan, silaturahmi yang dia lakukan bersama Kapolri Tito dengan para kiai kali ini pun bertujuan menjaga keutuhan NKRI. “Kami berharap akan terus keliling Indonesia ke berbagai pondok pesantren dengan tujuan bersilaturahim untuk menjaga ukhuwah Islamiah dan keutuhan NKRI. Salah satu langkah menjaga negara itu dengan memperbanyak silaturahmi, karena itu kita akan terus mempererat silaturahim dengan berbagai kunjungan bersama Kapolri kepada para kyai,” kata Hadi.
Dia juga meminta masyarakat untuk lebih hati-hati dalam menyikapi penyebaran berita hoaks yang akhir-akhir ini sering terjadi. “Berita hoaks harus diperangi karena bisa menimbulkan gejolak di masyarakat,” katanya.
Ketua Umum PB MDHW, KH Mustofa Aqil Siradj menegaskan mencintai negara sama dengan menjaga keimanan. Menurutnya, mencintai negara sama halnya mencintai Rasulullah SAW. Sebab, Rasulullah SAW dalam doanya juga memohon kepada Allah SWT untuk menjaga hatinya agar mencintai Madinah dan Makkah.
Pengasuh Ponpes Khas Kempek Cirebon yang juga rois syuriah PBNU itu mengatakan, sebagai pemimpin negara dan agama, Rasulullah SAW menjamin kehidupan orang-orang Yahudi dan nonmuslim lainnya yang hidup di dalam negara yang dia pimpin. Karena itulah, mencintai negara sama artinya mencintai Rasulullah SAW.
Sementara, Sekretaris Jenderal MDHW Hery Haryanto Azumi menuturkan, silaturahmi panglima TNI dan kapolri dengan para ulama memberikan pesan yang kuat kepada publik bahwa Islam yang berakar kuat dalam masyarakat muslim Indonesia harus terus dijaga demi kejayaan NKRI.
“Silaturrahmi panglima TNI dan kapolri dengan para syekh, kiai, ustaz, dan kalangan santri secara umum ini merupakan manifestasi dari integrasi antara agama dengan negara dalam bingkai NKRI dan tuntunan Pancasila,” tegas Hery.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
