Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Januari 2021 | 01.54 WIB

2 Korban Penumpang Sriwijaya Air Teridentifikasi, Satu Berstatus PNS

Petugas memeriksa kantung jenazah berisi potongan tubuh korban pesawat Sriwijaya Air PK-CLC yang jatuh di perairan Pulau Seribu di Dermaga JICT, Jakarta, Senin (11/1/2021). Temuan tersebut kemudian dibawa ke RS Polri untuk di identifikasi. Foto: Dery Ridw - Image

Petugas memeriksa kantung jenazah berisi potongan tubuh korban pesawat Sriwijaya Air PK-CLC yang jatuh di perairan Pulau Seribu di Dermaga JICT, Jakarta, Senin (11/1/2021). Temuan tersebut kemudian dibawa ke RS Polri untuk di identifikasi. Foto: Dery Ridw

JawaPos.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri kembali berhasil mengidentifikasi identitas 2 jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Mereka adalah Indah Halimah Putri, 26, dan Agus Minarni, 47.

"Kami dari Inafis Mabes Polri ingin menyampaikan bahwa hari ini bisa identifikasi dua korban," kata Kabid Topol Pusinafis Bareskrim Polri Kombes Sriyanto di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, Rabu (13/1).

Indah merupakan penumpang dengan nomor manifest 24. Dia merupakan warga Kecamatan Subgai Pinang, Provinsi Sumatera Selatan. Identitasnya terungkap berdasarkan pemeriksaan sidik jari jempol kiri. Saat dibandingkan mendapatkan 12 persamaan dengan sidik jari di e-KTP.

Baca juga: Penyelam Kopaska Temukan Dompet Milik Pramugari Sriwijaya Air SJ-182

Sedangkan korban Agus merupakan warga Kecamatan Mempawah Hilir, Kalimantan Barat. Dia adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS). Identitasnya terungkap berdasarkan pemeriksaan sidik jari jempol kanan.

"Setelah kita bandingkan dengan sidik jari di e-KTP, jempol kanan tersebut identik 12 titik persamaan atas nama Agus Minarni, nomor manifest 52," jelas Sriyanto.

Seperti diketahui, Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat take-off dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/It3w2meq4E0

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore