
Petugas memeriksa kantung jenazah berisi potongan tubuh korban pesawat Sriwijaya Air PK-CLC yang jatuh di perairan Pulau Seribu di Dermaga JICT, Jakarta, Senin (11/1/2021). Temuan tersebut kemudian dibawa ke RS Polri untuk di identifikasi. Foto: Dery Ridw
JawaPos.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri kembali berhasil mengidentifikasi identitas 2 jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Mereka adalah Indah Halimah Putri, 26, dan Agus Minarni, 47.
"Kami dari Inafis Mabes Polri ingin menyampaikan bahwa hari ini bisa identifikasi dua korban," kata Kabid Topol Pusinafis Bareskrim Polri Kombes Sriyanto di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, Rabu (13/1).
Indah merupakan penumpang dengan nomor manifest 24. Dia merupakan warga Kecamatan Subgai Pinang, Provinsi Sumatera Selatan. Identitasnya terungkap berdasarkan pemeriksaan sidik jari jempol kiri. Saat dibandingkan mendapatkan 12 persamaan dengan sidik jari di e-KTP.
Baca juga: Penyelam Kopaska Temukan Dompet Milik Pramugari Sriwijaya Air SJ-182
Sedangkan korban Agus merupakan warga Kecamatan Mempawah Hilir, Kalimantan Barat. Dia adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS). Identitasnya terungkap berdasarkan pemeriksaan sidik jari jempol kanan.
"Setelah kita bandingkan dengan sidik jari di e-KTP, jempol kanan tersebut identik 12 titik persamaan atas nama Agus Minarni, nomor manifest 52," jelas Sriyanto.
Seperti diketahui, Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.
Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.
Pesawat take-off dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.
Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/It3w2meq4E0

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
