Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Mei 2021 | 04.17 WIB

247 Jiwa Meninggal dalam Sehari, Angka Kematian Covid-19 Naik

Petugas pemakaman saat menyiapakan liang lahat untuk jenazah pasien Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta, Kamis (3/12/2020). Dalam sembilan bulan terakhir, lebih 17.000 orang di Indonesia telah kehilangan nyawa akibat pandemi COVID-19. Jumlah ini menempatk - Image

Petugas pemakaman saat menyiapakan liang lahat untuk jenazah pasien Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta, Kamis (3/12/2020). Dalam sembilan bulan terakhir, lebih 17.000 orang di Indonesia telah kehilangan nyawa akibat pandemi COVID-19. Jumlah ini menempatk

JawaPos.com - Kasus baru Covid-19 harian pada Selasa (11/5) bertambah 5.021 orang. Kini total sudah 1.723.596 orang terinfeksi Covid-19. Kasus harian terbanyak masih disumbang oleh Jawa Barat.

Kasus kematian harian bertambah ratusan jiwa yakni 247 jiwa dalam sehari. Paling banyak kasus kematian harian terjadi di Jawa Tengah sebanyak 80 jiwa. Total kini sudah 47.465 jiwa meninggal dunia akibat Covid-19.

Kasus positif harian paling banyak terjadi di Jawa Barat. Dalam sehari bertambah 1.373 kasus positif.

Ada 75.416 spesimen yang diperiksa. Dan, ada 45.090 orang yang diperiksa dalam sehari.

Pemeriksaan berpengaruh pada angka positivity harian. Angka positivity rate yaitu jumlah positif kumulatif dibagi jumlah orang yang dites lalu dikali 100. Angka positivity rate orang yakni 15,30 persen.

Sebaran positif harian tertinggi setelah Jawa Barat disusul di posisi kedua adalah Riau 587 kasus. Jawa Tengah 540 kasus, DKI Jakarta 406 kasus, Jawa Timur 257 kasus.

Photo



Pasien sembuh harian bertambah 5.592 orang. Paling banyak kasus sembuh terjadi di Jawa Barat sebanyak 1.073 orang. Dan, total angka kesembuhan saat ini sebanyak 1.580.207 orang.

Sudah 510 kabupaten/kota terdampak Covid-19. Ada 7 provinsi di bawah 10 kasus harian. Dan tak ada satupun provinsi dengan nol kasus.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat grafik angka kematian Covid-19 meningkat satu minggu terakhir. Maka keputusan mudik harus dipikirkan berkali-kali.

Pada periode 23 April hingga 2 Mei perlu waspada bersama karena perkembangan yang kurang baik terjadi. Catatan Satuan Tugas Covid-19, angka kasus kematian meningkat 3,7 persen. Justru angka kesembuhan mengalami penurunan cukup besar yaitu 17,1 persen dari minggu sebelumnya.

Untuk itu masyarakat diingatkan, mengambil keputusan bijak dalam menyambut libur Idul Fitri 1442 H tahun ini karena Indonesia masih dalam masa pandemi. Tradisi mudik memang adalah cara menunjukkan kasih sayang kepada keluarga di kampung halaman. Namun, cara ini dinilai bukanlah satu-satunya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore