
istimewa
JawaPos.com - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Salahudin Uno mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dengan virus Corona. Jangan pernah meremehkan pandemi Covid-19 yang telah menewaskan jutaan penduduk dunia.
"Pekan lalu tiga kawan dekat saya terserang Covid-19. Virus ini nyata dan terjadi di sekitar kita. Jangan anggap remeh virus ini," ujar Sandi dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com di Jakarta, Selasa (8/9).
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini pun mengingatkan, agar masyarakat untuk tidak keluar rumah bila tidak ada urusan yang benar-benar penting yang mengharuskan untuk pergi keluar.
“Jika anda tak bisa diam di rumah dan tetap harus bepergian, maka laksanakan protokol kesehatan dengan sangat disiplin. Hindari kerumunan, jaga jarak, jaga kebersihan dan pakailah masker. Ini demi kepentingan bersama, demi keselamatan dan pemulihan ekonomi kita,” ujarnya.
Menurut Sandi, wabah ini tidak akan dapat dikalahkan bila seluruh masyarakat dan stakeholder tidak bisa bekerjasama. Karena itu, pemerintah diminta mengeluarkan kebijakan yang dapat memulihkan ekonomi masyarakat, begitupun masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan dalam berkatifitas.
“Pandemi ini betul-betul menghantam kita di berbagai sektor. Jika kita mampu untuk disiplin, percayalah ekonomi akan kembali bangkit, lapangan kerja dan peluang usaha akan semakin terbuka,” harap Sandi.
Sebelumnya, Sandi yang merupakan pengusaha nasional mengatakan, kondisi ekonomi saat ini lebih parah dari krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1997 dan tahun 2008. Bahkan menurutnya, kondisi ekonomi saat ini lebih parah.
Apalagi saat ini, kata Sandi, para pengusaha usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sangat terdampak. Padahal merekalah yang sangat berkontribusi terhadap ekonomi nasional.
"Sekitar 47 persen UMKM yang disurvei sudah menutup usaha mereka di tengah pandemi Covid-19," ujar mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HPMI) ini.
Karena itu, Sandi pun mendorong pemerintah agar memperhatikan ekonomi keluarga dan memulihkan sektor-sektor yang mendorong penciptaan lapangan kerja. Mulai dari sektor pangan, sektor digital, sektor kesehatan, dan secara rasional kita mencoba melakukan satu adaptasi dalam keadaan ekonomi yang sangat sulit ini.
“Kalau kita adaptif, kita bisa lihat sektor-sektor yang rendah resiko kesehatannya. Namun tinggi manfaat ekonominya,” jelasnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
