Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 November 2019 | 16.11 WIB

Lewat Ritel Wakaf, ACT Ingin Turunkan Angka Kemiskinan

Presiden Global Wakaf Insan Nurrohman memberikan sambutan dalam sermoni pembukaan Ritel Wakaf di PMI Dea Malela, Lenangguar, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. (ACT for JawaPos.com) - Image

Presiden Global Wakaf Insan Nurrohman memberikan sambutan dalam sermoni pembukaan Ritel Wakaf di PMI Dea Malela, Lenangguar, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. (ACT for JawaPos.com)

JawaPos.com - Global Wakaf-ACT saat ini tengah berusaha mengurangi tingkat kemiskinan yang ada di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal yang dilakukan adalah dengan membuat program bantuan yang berkelanjutan, yaitu Ritel Wakaf.

Pasalnya, masih banyak yang berpikir bahwa bantuan sekali terima akan menyelesaikan masalah kemiskinan, padahal tidak. Seharusnya terdapat program yang lebih serius dan sistemik untuk membantu memutuskan rantai kemiskinan masyarakat.

"Kita harus memberi sedekah kerja yang sifatnya berkelanjutan, bukan hanya memberi bantuan pangan di hari itu," ucap Presiden Global Wakaf Insan Nurrohman dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin (04/11).

Sedekah kerja yang di maksud merupakan sebuah lapangan pekerjaan. Nantinya, diharapkan Ritel Wakaf dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat di sekitar pesantren.

"ACT bersama Global Wakaf membantu menyediakan lahan usaha. Semoga dengan kerja sama bersama Global Wakaf di bidang wakaf produktif ini, perlahan-lahan dapat membangkitkan ekonomi umat,” tambah dia.

Direktur Global Wakaf, Syahru Ariansyah pun setuju bahwa Ritel Wakaf dapat menjadi solusi permasalahan ekonomi masyarakat. Sebab, peran dari Ritel Wakaf itu adalah untuk memberdayakan warung-warung tradisional.

"Melalui pesantren Dea Malela yang akan melanjutkan sistem pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat, kita berlomba-lomba dalam kebaikan, fastabiqul khairat. Sistem ini akan dilanjutkan oleh para santri. Adik-adik kita harus jadi leader. Grand desain untuk memberdayakan ekonomi umat," jelas Rian.

Ritel Wakaf Dea Malela menjadi Ritel Wakaf pertama di Sumbawa. Berbeda dari ritel kelontong modern lainnya, modal utama Ritel Wakaf adalah wakaf tunai dari para wakif (penyumbang).

Ritel wakaf ini merupakan pengelolaan aset tanah wakaf dengan wakaf tunai sehingga menjadi produk wakaf produktif.

“Maka kita harus mengucapkan terima kasih kepada wakif yang berkontribusi. Harus sabar, harus telaten, sekarang kami, nanti dilanjutkan para santri. Yang kami bicarakan sistem. Inilah kenapa wakaf produktif dilahirkan Islam," kata Rian.

Ritel Wakaf bukan hanya mengejar profit, namun juga mencari manfaat yang dihasilkan, seperti banyaknya tenaga kerja dan produk-produk yang dimobilisasi.

“Kalau program ini baik, banyak lagi program yang bisa kita lakukan, seperti beasiswa di pesantren Dea Malela, beasiswa untuk warga sekitar, program kesehatan dan banyak hal. Kami ingin sekali wakaf produktif ini berfungsi sebagai solusi,” tutup Rian.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore