
MEDIA SOSIALISASI: Warga yang sedang berkendara melintas di depan mural karakter New Man karya komunitas BIMS yang bekerja sama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya di Jalan Gubeng Pojok. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kota Surabaya patut diacungi jempol. Ibu kota Jawa Timur ini tercatat sebagai kota yang paling konsisten sepanjang tahun 2021 dengan mencatatkan positivity rate kasus Covid-19 yang rendah, dan angka kematiannya pun juga rendah.
Mengapa Surabaya bisa berhasil?
Berdasarkan data KawalCovid19, tingkat positivity rate PCR Surabaya stabil di bawah 5 persen selama setahun. Hal itu sesuai harapan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa dalam suatu wilayah tak boleh di atas 5 persen.
Angka positivity rate Surabaya tercatat sebesar 0,8 persen. Sementara di luar Surabaya, angka positivity rate masih 16 persen.
Data KawalCovid19 menyebutkan ada empat hal yang membuat Surabaya bisa berhasil mencapai hal itu.
Apa saja?
1. Positivity rate dan tingkat kematiannya rendah dibanding kabupaten/kota lainnya di Jatim
2. Surabaya tahun lalu membuat lab PCR sehingga bisa proses ribuan sample per hari.
3. Tahun lalu Surabaya menyadari klaster penularan terbesar di rumah tangga (menulari orang serumah). Karena itu, swab hunter mereka difokuskan di perumahan serta rusun dan perkampungan.
4. Surabaya juga sering dropping makanan dan kebutuhan sehari-hari ke rumah-rumah keluarga yang diisolasi. Isolasi dan karantina ini dilakukan baik melalui isolasi terpusat yang gratis maupun bantuan keluarga yang diantar ke rumah.
"Dengan tes dan karantina yang masif tapi terarah, Surabaya sukses menekan laju kematian," tegas Co-Founder KawalCovid-19 Elina Ciptadi kepada JawaPos.com, Kamis (3/6).
Surabaya juga konsisten melakukan hal ini. Sekalipun terlihat lonjakan pascaliburan, namun angka positivity rate tetap di bawah 5 persen.
"Testing masif, yang dikarantina juga jadi banyak, penularan turun. Positivity rate di bawah 1 persen. Pas lonjakan kasus setelah libur Nataru, sempet naik tapi ya naiknya jadi 2 persen. Ayo contoh Surabaya," kata Elina.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
