Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Juni 2021 | 19.09 WIB

Kasus Positif dan Kematian Konsisten Rendah, Contohlah Surabaya!

MEDIA SOSIALISASI: Warga yang sedang berkendara melintas di depan mural karakter New Man karya komunitas BIMS yang bekerja sama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya di Jalan Gubeng Pojok. (Dipta Wahyu/Jawa Pos) - Image

MEDIA SOSIALISASI: Warga yang sedang berkendara melintas di depan mural karakter New Man karya komunitas BIMS yang bekerja sama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya di Jalan Gubeng Pojok. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

JawaPos.com - Kota Surabaya patut diacungi jempol. Ibu kota Jawa Timur ini tercatat sebagai kota yang paling konsisten sepanjang tahun 2021 dengan mencatatkan positivity rate kasus Covid-19 yang rendah, dan angka kematiannya pun juga rendah.

Mengapa Surabaya bisa berhasil?

Berdasarkan data KawalCovid19, tingkat positivity rate PCR Surabaya stabil di bawah 5 persen selama setahun. Hal itu sesuai harapan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa dalam suatu wilayah tak boleh di atas 5 persen.

Angka positivity rate Surabaya tercatat sebesar 0,8 persen. Sementara di luar Surabaya, angka positivity rate masih 16 persen.

Data KawalCovid19 menyebutkan ada empat hal yang membuat Surabaya bisa berhasil mencapai hal itu.

Apa saja?

1. Positivity rate dan tingkat kematiannya rendah dibanding kabupaten/kota lainnya di Jatim

2. Surabaya tahun lalu membuat lab PCR sehingga bisa proses ribuan sample per hari.

3. Tahun lalu Surabaya menyadari klaster penularan terbesar di rumah tangga (menulari orang serumah). Karena itu, swab hunter mereka difokuskan di perumahan serta rusun dan perkampungan.

4. Surabaya juga sering dropping makanan dan kebutuhan sehari-hari ke rumah-rumah keluarga yang diisolasi. Isolasi dan karantina ini dilakukan baik melalui isolasi terpusat yang gratis maupun bantuan keluarga yang diantar ke rumah.

"Dengan tes dan karantina yang masif tapi terarah, Surabaya sukses menekan laju kematian," tegas Co-Founder KawalCovid-19 Elina Ciptadi kepada JawaPos.com, Kamis (3/6).

Surabaya juga konsisten melakukan hal ini. Sekalipun terlihat lonjakan pascaliburan, namun angka positivity rate tetap di bawah 5 persen.

"Testing masif, yang dikarantina juga jadi banyak, penularan turun. Positivity rate di bawah 1 persen. Pas lonjakan kasus setelah libur Nataru, sempet naik tapi ya naiknya jadi 2 persen. Ayo contoh Surabaya," kata Elina.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore