Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Juli 2019 | 20.39 WIB

Aktivis 98 Sambangi Istana Negara, Ini yang Dibahas

Ketua Presidium JARI 98 Willy Prakarsa. (Istimewa) - Image

Ketua Presidium JARI 98 Willy Prakarsa. (Istimewa)

JawaPos.com - Aktivis 98, Willy Prakarsa menyambangi  istana Kepresidenan di komplek Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta, Selasa (2/7). Kedatangan Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (JARI 98) itu untuk bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, belum diketahui apa yang dibahas.

Beredar desas-desus salah satu aktivis 98 bakal mengisi kursi menteri dijajaran pemerintahan Jokowi periode dua terdengar santer. Apalagi kabar tersebut hingga kini tengah ramai diperbincangkan.

Saat dikonfirmasi, perihal kehadirannya ke Istana Kepresidenan, Ketua JARI 98 Willy Prakarsa masih belum ingin memberikan keterangan jelas soal kehadirannya di Istana Kepresiden. Willy hanya sedikit memberi komentar atas dukungannya terhadap Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie yang dinilai layak menduduki kursi Kepala BNP2TKI.

"Nanti kalau sudah waktunya saya pasti memberikan jawaban terkait kehadiran saya ke Istana Kepresidenan. Yang pasti saat ini saya masih mendorong Ronny F Sompie menjabat BNP2TKI. Dan saya menilai kelayakan mantan ketua KPK Antasari Azhar menjadi Jaksa Agung,"terang Willy Prakarsa, Rabu (3/7).

Informasi yang berhasil diperoleh, Willy Prakarsa merupakan salah satu sosok aktivis 98 yang diketahui akhir-akhir ini getol menyerukan rekonsiliasi dua kubu antara kubu Jokowi dan kubu Prabowo.

"Kami akan mengusulkan orang-orang yang memiliki integritas, kapabilitas, humanis, dan memiliki track record publik yang baik agar selaras dapat membantu Presiden RI. tetapi semua kembali pada hak preogatif Presiden," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan, dirinya siap mengambil keputusan yang dianggap gila demi kemajuan Indonesia. Ini dilakukan karena dirinya sudah tidak punya beban dalam memimpin bangsa ini.

“Saya dalam lima tahun ke depan Insyaallah sudah tidak memiliki beban apa-apa. Jadi keputusan-keputusan yang gila, keputusan yang miring-miring, yang itu penting untuk negara ini, akan kita kerjakan. Lagi karena saya sudah tidak memiliki beban apa-apa,” ucap Jokowi saat menghadiri silaturahmi dan dan halalbihalal Rembuk Nasional Aktivis 98 (RNA 98) di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Minggu (16/6).

Mulanya, Jokowi mengatakan bahwa semua pihak harus berani mengoreksi reformasi yang sudah berjalan selama 21 tahun, kemudian, Presiden Ketujuh RI tersebut juga menyinggung pentingnya semua elemen bangsa bekerja sama dalam memajukan dan membangun negeri. Selain itu, persatuan dan kerukunan harus terus ditingkatkan.

Jokowi tidak ingin ada lagi isu bernuansa suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) dalam pesta demokrasi, baik tingkat daerah maupun nasional. Mantan Gubernur DKI itu pun meyakini para aktivis 1998 bisa menghindari isu SARA dalam politik.

“Yang berkaitan dengan SARA, sangat berbahaya karena kita sangat majemuk. Beda agama. Saya sangat percaya aktivis 98 mampu mengelola perbedaan-perbedaan itu,” paparnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore