
Mayor Jenderal TNI Purnawirawan Kivlan Zen
JawaPos.com – Segala cara dilakukan Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen untuk membuktikan paham komunisme kembali bangkit di bumi pertiwi.
Tak tanggung-tanggung, mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat ini sampai meminta anaknya berpura-pura menjadi simpatisan kelompok yang diduga terafiliasi Partai Komunis Indonesia (PKI).
“Di (sebuah kongres di Grabag, Magelang) tahun 2010, saya suruh anak saya masuk di situ,” kata Kivlan kepada JawaPos.com, Sabtu (3/3).
Kivlan mencium kongres tersebut mengagendakan kebangkitan PKI. Dia juga mengatakan, kelompok simpatisan PKI lainnya pun membuat kegiatan serupa, kembali membangun eksistensi PKI.
“Membuat acara-acara melawan lupa, festival belok kiri, mereka juga melakukan seminar soal PKI,” ungkap Kivlan.
Satu hal yang ia amati, dalam kegiatan kelompok itu, seringkali mereka menyerukan bahwa PKI adalah korban dari pemerintah. Sehingga, menurut kelompok itu, pemerintah harus meminta maaf.
Kivlan menambahkan, mereka juga kerap melakukan propaganda dan menyebarkan berita-berita bohong, dengan tujuan mengadu-domba masyarakat. “Doktrin mereka sudah terbukti berjalan (sekarang banyak hoax),” pungkas Kivlan.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
