Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 September 2021 | 20.52 WIB

Ulama Asia Tenggara dan Australia Minta Utamakan Tabayyun

Mural imbauan untuk melawan COVID-19 menghiasi bawah kolong tol kawasan Tomang, Jakarta, Kamis (10/12/2020). Mural tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengajak masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com - Image

Mural imbauan untuk melawan COVID-19 menghiasi bawah kolong tol kawasan Tomang, Jakarta, Kamis (10/12/2020). Mural tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengajak masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JawaPos.com - Sejumlah ulama se-Asia Tenggara dan Australia baru saja menggelar pertemuan dialog literasi. Diantara yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah isu-isu salah atau berita hoax seputar vaksinasi Covid-19. Mereka minta masyarakat lebih mengutamakan tabayyun atau klarifikasi supaya tidak termakan informasi hoax.

Diantara ulama dari Indonesia yang ikut dalam dialog bertema Bijak Menyerap Informasi Melalui Konsep Tabayyun adalah Ustadz Marzuki MN dari Yadain TV. Selain itu juga ada S. Hussain dari Al-Khaadem, Malaysia. Lalu ada Abdul Rahman Linzaq dari Dewan Dakwah Islam Filipina, Wael Ibrahim dari The Aware Academy, Australia, serta Muhammad Azrin bin Azman dari Singapura.

Marzuki mengatakan sejalan dengan perkembangan teknologi dan maraknya akses informasi, maka dunia semakin mudah mengakses berbagai informasi. Untuk itu semua pihak harus bisa mengatasi masalah sosial dan etika yang berpotensi ditimbulkan oleh krisis informasi palsu.

’’Islam adalah agama yang indah,’’ katanya Kamis (2/9). Islam memerintahkan pemeluknya untuk memiliki sikap yang benar dalam mencari ilmu dan kebenaran yang objektif. Dia menuturkan Islam juga mengenal prinsip tabayyun untuk menegakkan etika dalam verifikasi, klarifikasi, dan validasi sebuah informasi atau berita.

Dalam dialog yang diselenggarakan secara daring itu, Hussain selaku pimpinan Al-Khadeem Malaysia mengatakan pandemi Covid-19 menciptakan lingkungan yang tidak pasti. Kemudian juga menimbulkan sejumlah informasi keliru. ’’WHO telah berupaya dalam mengatasi kekeliruan informasi tentang Covi-19. Tentang asal usul virus, kemajuan vaksin, serta kualitas dan kebenaran vaksin melalui verifikasi data,’’ terangnya.

Menurut dia berdasarkan ilmu pengetahuan dan protokol WHO, para ulama percaya bahwa vaksin adalah solusi yang baik untuk pandemi Covid-19. Untuk itu mereka mendorong masyarakat untuk bersedia divaksin. Dia juga memberi apresiasi kepada pemerintah Tiongkok yang mengisi kekurangan vaksin melalui diplomasinya. ’’Per 25 Juli 2021, Tiongkok telah menyumbangkan dan mengekspor setidaknya 500 juta dosis vaksin Covid-19,’’ katanya. Vaksin itu beredar di lebih dari 40 negara, termasuk Malaysia, Indonesia, Mesir, dan lainnya.

Dialog tersebut juga membahas isu-isu penduduk muslim di belahan dunia. Diantaranya adalah pengungsi Rohingya di Myanmar dan Uyghur di Xinjiang. Lebih lanjut Marzuki mengatakan kedua negara itu perlu membuka diri kepada pihak luar untuk melakukan tabayyun atau pengecekan langsung ke lokasi. ’’Kami meminta pemerintah Myanmar dan Tiongkok untuk memberikan akses yang baik ke wilayah-wilayah terkait,’’ jelasnya. Sehingga mereka bisa melakukan peninjauan independen untuk melihat situasi sebenarnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore