Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Juni 2023 | 23.57 WIB

Mulai Mengingat Kejadian, David Cerita Ditodong Senjata Sebelum Disuruh Push Up oleh Mario Dandy

 

David Ozora saat meyapa awak media di Rumah Sakit Mayapada, Kuningan, Minggu (16/4/2023). David Ozora, korban penganiayaan Mario Dandy Satriyo direncanakan pulang dari rumah sakit siang ini. Kondisi David sempat koma akibat penganiayaan pada 20 Februari 2

 
JawaPos.com - Pengacara Cristalino David Ozora, Mellisa Anggraini mengungkap kliennya sempat bercerita alasan dirinya mau disuruh push up dan sikap taubat oleh Mario Dandy Satriyo pada hari penganiayaan terjadi. David mengaku sempat ditodong senjata, sehingga menuruti perintah Dandy.
 
"David itu mulai mengingat kejadian penganiayaan dan dia ceritakan ke kami. Ini saya belum pernah ceritakan di mana pun ya, dia ceritakan ke kami kenapa dia mau push up, kenapa dia mau sikap tobat, itu karena dia ditodong senjata, dia cerita juga siapa yang kokang senjatanya siapa yang perintahin, dia cerita," kata Mellisa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (13/6).
 
Mendengar itu, Mellisa keesokan harinya mendatangi Polda Metro Jaya untuk berkoordinasi dengan penyidik. Di Polda Mellisa menonton ulang rekaman CCTV secara lengkap.
 
"Besoknya saya ke Polda karena David ceritanya sangat meyakinkan dan kita memang berharap senjata itu ada dan pelaku dihukum lebih berat," jelasnya.
 
Meski begitu, Mellisa tak mendapati bukti adanya penodongan senjata seperti cerita David. Mellisa menilai David masih memiliki masalah dengan ingatannya.
 
"Artinya apa, kondisi David ini belum bisa membedakan mana yang imajinasi, mana yang benar-benar terjadi, tetapi kami menduga senjata ini benar ada ya," tandasnya.
 
Diketahui, Mario Dandy Satriyo dan Shane Lukas Rotua Pangondian Lumbantoruan didakwa melakukan dan atau turut serta melakukan penganiayaan berat dalam kasus penganiayaan Cristalino David Ozora. Penganiayaan yang dilakukan oleh Dandy pun disebut sudah direncanakan.
 
"Terdakwa Mario Dandy Satriyo alias Dandy beserta Shane Lukas Rotua Pangondian Lumbantoruan alias Shane dan anak AG turut serta melakukan kejahatan penganiayaan berat yang dilakukan dengan terencana," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (6/6).
 
Kasus ini bermula dari hubungan asmara antara David dengan AG yang berakhir pada akhir 2022. Setelah itu AG menjalin asmara dengan Dandy pada 11 Januari 2023. Namun, meski telah berpisah, David dan AG masih menjalin komunikasi. Bahkan sempat pergi bersama dan disebut melakukan tindakan asusila.
 
Informasi ini pun sampai ke telingan Dandy dari mantan pacarnya Anastasia Pretya Amanda saat bertemu disebuah bar kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Dandy pun emosi mendengarnya. Dia berusaha mengkonfirmasi ke David, namun David membantahnya. Begitu pula saat mengkonfirmasi kepada AG, tidak ada jawaban yang diterima Dandy. Membuatnya semakin emosi.
 
 
Puncak perseteruan ini terjadi pada 20 Februari 2023. Dandy mengajak Shane untuk melakukan penganiayaan kepada David. Saat itu pertemuan terjadi dibantu oleh AG yang menghubungi David ingin mengembalikan kartu pelajar. Ketiga orang ini lalu menemui David di rumah kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Di lokasi tersebut kemudian David dianiaya oleh Dandy.
 
Mario Dandy didakwa melanggar Pasal 355 ayat (1) KUHP juncto pasal 55 ayat (1) KUHP subsider Pasal 353 ayat (2) KUHP juncto pasal 55 ayat (1) KUHP atau kedua pasal 76 C juncto pasal 50 ayat (2) UU nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak jucto pasal 55 ayat (1) KUHP.
 
 
 

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore