Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Januari 2026 | 00.10 WIB

Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500: Ayah Deden Maulana Diminta Foto Putranya yang Sedang Tersenyum

Serpihan pesawat ATR 42-500 ditemukan Tim Basarnas Gabungan di lereng puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. (Basarnas) - Image

Serpihan pesawat ATR 42-500 ditemukan Tim Basarnas Gabungan di lereng puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. (Basarnas)

JawaPos.com - Suasana haru menyelimuti kediaman keluarga Deden Maulana di Pasar Minggu. Sambil mendekap erat foto sang putra, Mukhsin, ayah kandung Deden, masih menggantungkan harapan tinggi di tengah proses pencarian pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak.

Meski diliputi ketidakpastian, Mukhsin mengaku terus memantau perkembangan terbaru dari tim evakuasi di lapangan.

Pihak keluarga kini mulai diminta untuk melengkapi data-data penting guna keperluan proses identifikasi. Permintaan ini disampaikan melalui adik korban yang saat ini sudah berada di Makassar, Sulawesi Selatan.

Menurut Mukhsin, data yang diminta tim identifikasi cukup mendetail, mulai dari dokumen resmi hingga ciri fisik spesifik.

"Barusan itu menelepon, minta dikirim data-datanya Deden Maulana," ujar Mukhsin, Senin (19/1).

Selain ijazah dan Kartu Keluarga (KK), tim medis juga meminta dokumentasi visual yang menunjukkan struktur gigi korban. "Termasuk foto yang lagi tersenyum, yang kelihatan gigi," kata Mukhsin.

Tak Ada Firasat Sebelum Keberangkatan

Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai kondisi Deden. Keluarga besar di Pasar Minggu masih terus menunggu kabar pasti dari pihak berwenang.

"Sampai sekarang belum ada beritanya. Kami masih menunggu kabar yang benar," ucapnya.

Mukhsin mengenang momen terakhir sebelum pesawat tersebut lepas landas. Ia mengaku tidak merasakan keanehan atau firasat buruk sedikit pun dari putranya. Menurutnya, semua tampak berjalan normal seperti biasa.

"Enggak ada apa-apa, enggak ada tanda-tanda," tuturnya.

Istri Korban Masih Syok Berat

Untuk memperlancar proses pencocokan data DNA atau identifikasi fisik, tim meminta perwakilan keluarga sedarah untuk hadir langsung di Makassar.

"Adiknya Deden yang perempuan berangkat sama suaminya. Katanya harus yang sedarah," ujar Mukhsin menjelaskan alasan mengapa adik perempuan Deden yang diutus terbang ke Sulawesi.

Sementara itu, istri Deden Maulana dilaporkan belum bisa ikut berangkat karena kondisi psikis yang belum stabil. Ia masih mengalami syok berat setelah mendengar kabar musibah yang menimpa suaminya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore