
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan paparan saat konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (20/11/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com-Selebgram Adythia Pratama menyampaikan perbedaan kinerja pembantu presiden di Indonesia dan di Singapura. Menurut dia, terdapat perbedaan mendasar dari kedua negara tersebut.
"Pak Purbaya kalau di Singapura itu menteri standar bro, rata-rata menteri memang begitu. Menteri itu kerja, itu bro," kata Adythia Pratama dalam unggahan di Instagram.
Pemilik jumlah followers mencapai 1 juta di Instagram itu heran dengan kerja nyata yang dilakukan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Sebab, mendapat apresiasi yang sangat besar dari publik.
Padahal menurut dia, tugas semua pembantu Presiden Prabowo Subianto memang harus bekerja dengan baik dan serius demi kepentingan negara dan rakyat.
"Di Indonesia kalau menteri kerja kita kasih tepuk tangan dan jadi media darling. Jujur, ekspektasi warga kita kayaknya sederhana sekali," kata Adythia Pratama.
Dia kemudian mengungkapkan fakta. Yaitu adanya kritikan pedas dan tajam dari publik yang sempat melahirkan kemarahan besar, ditunjukkan dengan sejumlah gelombang aksi demonstrasi pada Agustus 2025.
"Kita demo Agustus kemarin gila-gilaan ujungnya cuma buat turunin Eko Patrio 4 bulan. Urusan kita bukan tentang joget atau nggak joget, Nafa Urbach komplen macet atau nggak," ungkap Adythia.
Lebih lanjut, Adythia Pratama kemudian menyoroti kompetisi panas dari sejumlah negara untuk tetap dapat menancapkan power di tingkat dunia dan kemudian membandingkannya dengan Indonesia.
"Dunia lagi pada lomba. Tiongkok lagi pada gila ngapain, Amerika lagi pada gila lagi ngapain. Parahnya anak SD kita paling jagonya TikTok-an. Itu parah banget," kritik Adythia.
Menurut Adythia Pratama, penggunaan TikTok atau media sosial secara berlebihan tanpa mengutamakan kompetensi memiliki dampak yang sangat buruk pada negara di masa depan.
"Kita tidak sadar waktu Barat mau infiltrasi Tiongkok pakai apa? Pakai narkotika. Makanya di Tiongkok ada perang candu, mereka mau ngancurin generasi mudanya," tutur Adythia Pratama.
"Selain narkotika, apa yang lebih menghancurkan? Jelas pornografi dan TikTok. Memang salahnya apa sih TikTok? Apa yang lebih banyak membunuh dari pada kejahatan, dari pada terorisme, dari pada bom? Inkompetensi," tandas Adythia.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
