Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 November 2025 | 20.00 WIB

Media Asing Soroti Gelar Pahlawan Nasional Soeharto, Kekhawatiran Disebut Bakal Muncul, Terkait Apa?

 

Keluarga Presiden RI ke-2 Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana dan Titiek Soeharto memberikan sambutan dalam acara Silaturahmi Kebangsaan di Ruang Delegasi, Gedung Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Sabtu (28/9/2024). (Fedrik Tarigan/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto, turut mendapat sorotan dari media asing. Adapun penganugerahan tersebut dilakukan di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (10/11). Selain Soeharto, ada 9 tokoh lain yang mendapat gelar pahlawan nasional.

Media asal Inggris, The Guardian, memberikan kritik bahwa penganugerahan ini memperdalam kekhawatiran akan kebangkitan rezim Soeharto. Menurut mereka, rezim ini ditandai dengan korupsi yang merajalela, penyensoran, dan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia massal.

“Indonesia telah menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada mantan pemimpin otoriter Soeharto, sebuah langkah yang memicu tuduhan revisionisme sejarah di negara demokrasi terbesar ketiga di dunia,” tulis The Guardian pada artikel “Fury as Indonesia declares late authoritarian ruler Suharto a national hero.”

Sementara itu, Reuters juga turut menyoroti penganugerahan ini dengan menganggapnya sebagai langkah kontroversial yang dikecam para aktivis. “Soeharto dipaksa mundur selama krisis keuangan Asia tahun 1998 di tengah protes massa dan kerusuhan mematikan terhadap 32 tahun kekuasaannya atas negara kepulauan yang luas dan kaya sumber daya alam tersebut,” tulis Reuters.

Sebagai informasi, pemerintah Indonesia resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI, Jenderal Besar TNI (Purn) H. M. Soeharto. Hal itu secara resmi dilakukan dalam upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11).

Penganugerahan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116 TK Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

“Nomor urut 2, almarhum H. Jenderal Besar TNI M. Soeharto, tokoh dari Provinsi Jawa Tengah,” kata Sekretaris Militer Presiden, Mayjen TNI Kosasih saat membacakan keputusan tersebut.

Gelar pahlawan nasional untuk Soeharto diterima oleh ahli warisnya, yaitu Siti Hardijanti Hastuti Rukmana (Tutut Soeharto) dan Bambang Trihatmodjo.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore