
Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan isi pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Kertanegara. (Antara)
JawaPos.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi merespons adanya penolakan terhadap rencana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto. Ia menyatakan, munculnya pro dan kontra merupakan bagian dari aspirasi publik dalam negara demokrasi.
"Bahwa ada pro kontra, ada yang mungkin setuju mungkin tidak, itu bagian dari aspirasi. Tetapi marilah sekali lagi kita mengajak semuanya untuk melihat yang positif, melihat yang baik," kata Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/11) malam.
Politikus Partai Gerindra itu menegaskan, pemberian gelar pahlawan nasional kepada setiap tokoh dilakukan secara profesional. Hal itu tentunya melalui ferivikasi Dewan Gelar.
"Mengenai gelar pahlawan itu tentunya melalui semua prosedur," ucapnya.
Prasetyo meminta semua pihak berpikir objektif dalam merespons setiap kebijakan pemerintah. Ia pun meminta masyarakat untuk bisa menghargai setiap pemimpin bangsa terdahulu.
"Apalagi kalau bicaranya adalah itu pemimpin-pemimpin kita terdahulu. Marilah kita arif dan bijaksana, belajar menjadi dewasa sebagai sebuah bangsa untuk kita menghormati dan menghargai jasa-jasa para pendahulu," pungkasnya.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
