
Guru SMA Negeri 1 Gedangan mendistribusikan Makan Bergizi Gratis kepada siswa, Jumat (24/10/2025). (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com — Suasana siang di SMA Negeri 1 Gedangan, Sidoarjo, kini terasa berbeda sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai bergulir sebulan terakhir. Setiap kali bel istirahat berbunyi, para siswa langsung berhamburan menuju kantin sekolah dengan wajah antusias dan perut lapar yang siap disambut hidangan bergizi.
Bagi sebagian siswa, program ini menjadi momen yang mereka tunggu setiap hari. Tak sedikit yang datang ke sekolah dengan sengaja belum sarapan agar bisa menikmati menu MBG yang disiapkan khusus untuk mereka.
Guru-guru tampak sibuk memeriksa kebersihan makanan sebelum dibagikan, memastikan setiap porsi aman dan layak dikonsumsi.
Di tengah kesibukan itu, Kepala SMA Negeri 1 Gedangan Dr. Imam Jawahir, S.Pd MM, tersenyum melihat keceriaan siswanya.
Ia menilai program MBG membawa dampak nyata bagi sekolah dan keluarga siswa. Menurutnya, MBG bukan sekadar program makan gratis, tetapi juga sarana pendidikan karakter dan kemandirian.
“MBG ini sangat bermanfaat untuk membantu anak-anak, memotivasi mereka, sekaligus menggairahkan semangat belajar,” ujar Imam dengan penuh semangat kepada JawaPos.com, Jumat (24/10/2025).
Ia melihat perubahan nyata dalam disiplin dan antusiasme siswanya sejak program ini berjalan.
Menurutnya, kehadiran MBG membuat anak-anak datang ke sekolah lebih tepat waktu. Mereka tak lagi terburu-buru menyiapkan sarapan di rumah, dan para orang tua pun mendapat keringanan waktu serta biaya.
“Dengan adanya MBG ini, biaya perjalanan sekolah menjadi lebih ringan,” jelasnya. Imam juga menekankan pentingnya memanfaatkan penghematan itu secara bijak untuk masa depan anak.
Caption: Kepala SMA Negeri 1 Gedangan Dr. Imam Jawahir, S.Pd MM memantau distribusi Makan Bergizi Gratis ke siswa, Jumat (24/10/2025). (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
Ia mengimbau para orang tua dan siswa agar uang yang sebelumnya digunakan untuk bekal bisa ditabung. Tabungan tersebut, kata Imam, bisa menjadi modal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah.
“Dengan demikian kita membelajarkan anak-anak hidup hemat,” ujarnya. Ia berharap kebiasaan kecil itu bisa menumbuhkan kesadaran finansial dan tanggung jawab sejak dini.
Selain itu, Imam juga menekankan pentingnya rasa syukur dalam menjalani program ini. Menurutnya, anak-anak perlu diajari menghargai setiap makanan yang disediakan, tanpa mengeluh atau membandingkan.
“Apapun makanan yang ada ini, kita nikmati. Kalau pun bukan seleranya, bisa diberikan ke temannya, tidak perlu diunggah ke media sosial,” katanya. Ia ingin siswa-siswinya belajar menghargai setiap rezeki yang diterima.
Baginya, sikap syukur akan memperluas rezeki dan membentuk karakter positif. Anak-anak yang bersyukur, lanjutnya, akan lebih mudah menerima perbedaan dan lebih bahagia dalam belajar.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
