Sejumlah pekerja memotong sayuran dan ayam untuk membuat menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pal Merah, Jakarta Barat, Minggu (05/01/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kualitas makanan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendapat sorotan dari ahli gizi dan viral di media sosial (medsos).
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang mengakui kekurangan tenaga ahli gizi berpengalaman. Kondisi itu memang menjadi tantangan serius saat ini bagi BGN yang menjalani program makan bergizi gratis (MBG).
“Kalau dari kami, tadi kan sudah jelas soal ahli gizi, ahli ini di kami. Saya sekaligus umumkan mau mencari yang berpengalaman. Yang tidak berpengalaman saja, kami sekarang kekurangan. Jadi saya umumkan lagi, silahkan para ahli gizi se-Indonesia untuk mendaftar ke dapur-dapur MBG, dapur SPPG. Karena kami kekurangan ahli gizi. Lebih senang lagi kalau yang sudah berpengalaman,” kata Nanik dalam konferensi pers di BGN, Jakarta Pusat, Jumat (26/9).
Dia menjelaskan, hampir seluruh ahli gizi yang ada sudah terserap di sekolah-sekolah sehingga pihaknya harus merekrut tenaga baru. Nanik mengaku saat ini pihaknya sudah kehabisan stok tenaga ahli gizi.
"Karena sekarang kami sudah kehabisan, sudah kehabisan stok nih yang di sekolah-sekolah semua sudah terserap. Nah, kalau memang dari DPR merekomendasikan kami, kami harus ngambil di mana, kami akan ambil. Karena kalau kami mau, ada pilihannya, kami mau semua yang berpengalaman. Masalahnya tidak ada. Jadi yang ada baru-baru itulah yang kami rekrutkan,” ujarnya.
Meski demikian, Nanik menekankan pentingnya memberi kepercayaan kepada generasi muda yang kini sudah banyak direkrut sebagai ahli gizi di dapur MBG. Ia juga meminta publik tidak serta-merta meragukan kemampuan tenaga ahli gizi muda.
“Bismillah, Insha Allah kita percaya juga anak-anak muda. Jangan enggak kita percaya, kesian mereka. Saya lihat mereka belajar benar kok. Kalau ada salah-salah, mari kita perbaiki. Tapi kasih kesempatan mereka juga untuk bisa bekerja di dapur-dapur MBG. Daripada dia menganggur gitu,” pungkas Nanik.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
