
Diaspora di Amarika, Glory Lamria. (Radar Solo/Jawa Pos Grup)
JawaPos.com – Mahasiswi Columbia University asal Indonesia, Glory Lamria membantah wawancaranya saat kedatangan Presiden Prabowo Subianto di New York, Amerika Serikat bagian dari rekayasa. Dia menegaskan kabar yang beredar di media sosial tidak benar.
Glory mengaku tidak ada arahan dari pihak pemerintah Indonesia untuk melakukan wawancara dengan para wartawan. Peristiwa ini terjadi spontan atas permintaan jurnalis di lokasi.
"Tidak ada briefing. Pernyataan saya sepenuhnya pendapat pribadi, tidak mewakili pemerintah maupun pihak mana pun,” kata Glory seperti dikutip dari akun Instagram @bigalphaid, Kamis (25/9).
Selain itu, Glory membantah menikmati fasilitas hotel gratis dari pemerintah Indonesia. Seluruh kegiatan yang dilakukannya berasal dari kantong pribadi.
“Foto yang beredar berasal dari akun Instagram pribadi saya dan tidak ada hubungannya dengan agenda pemerintah. Sampai saat ini, saya tidak pernah menerima satu rupiah pun uang maupun fasilitas menginap sebagaimana diberitakan,” jelasnya.
Glory pun menyesalkan munculnya tudingan tersebut. Sebab, dia mengalami tindakan tidak menyenangkan, hingga ancaman pembunuhan.
“Akibat pemberitaan Big Alpha yang sepihak tersebut, saya mengalami doxing, hate speech, bahkan ancaman kematian. Semua itu berawal dari klaim yang tidak benar,” kata Glory.
Diketahui, nama Glory Lamria tengah menjadi sorotan netizen. Mahasiswi Indonesai di Amerika Serikat ini dituduh melakukan rekayasa wawancara saat kedatangan Presiden Prabowo Subianto di New York beberapa hari lalu untuk menyampaikan pidato di sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Akun X @barengwarga menyebut wawancara Glory sudah direkayasa sejak awal. Glory sudah ditetapkan oleh pemerintah Indonesai sebagai diaspora yang akan diwawancara oleh awak media.
Mahasiswa Columbia University itu dituding menikmati fasilitas menginap gratis di salah satu hotel New York yang disediakan negara.
“Jadi, menurut beberapa kawan diaspora dan jurnalis diaspora yang kami hubungi, wawancara dengan diaspora di New York itu sudah di-set dengan diaspora di New York itu sudah di-set sama wartawan istana, tidak bisa pilih narasumber lain," tulis akun @barengwarga.
Glory disebut menikmati fasilitas hotel dengan harga menginap mulai dari USD 6.000 sampai USD 25.000 per malam.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
