
Pimpinan Komisi Yudisial (KY) usai menerima audiensi Tom Lembong di Gedung KY, Jakarta, Senin (11/8). (Istimewa)
JawaPos.com - Komisi Yudisial (KY) membentuk tim investigasi untuk mengusut dugaan pelanggaran etik dan pedoman perilaku hakim, yang dilaporkan oleh mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong.
Tim ini akan meneliti laporan tersebut untuk menentukan ada atau tidaknya pelanggaran kode etik pada Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang dilaporkan Tom Lembong.
Majelis hakim itu menangani perkara korupsi impor gula Tom Lembong, hingga divonis bersalah dengan hukuman 4 tahun dan 6 bulan penjara.
Masing-masing Dennie Arsan Fatrika (Hakim Ketua), Purwanto S. Abdullah (Hakim Anggota), dan Alfis Setyawan (Hakim Anggota ad-hoc).
"Tim sudah dibentuk, nanti dipelajari dugaan pelanggarannya ada atau tidak," kata Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Joko Sasmito di kantor KY, Jakarta, Senin (11/8).
Menurut Joko, tahap awal yang dilakukan adalah menganalisis laporan dari Tom Lembong, kemudian memanggil pelapor untuk dimintai keterangan. Setelah itu, barulah hakim terlapor akan diperiksa.
"Dari tim (yang) laporkan ke kita putusannya tebalnya seribuan (halaman) lebih, masih dianalisis apakah ada dugaan pelanggaran majelis hakim. Itu melalui forum konsultasi, tidak melalui panel lagi," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua KY Amzulian Rifai memastikan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut sesuai dengan kewenangan.
"KY tentu akan menindaklanjuti laporan ini sesuai dengan kewenangan yang ada pada kami," ujarnya.
Amzulian menegaskan, setiap laporan yang masuk akan diproses tanpa pandang bulu. Mengingat, karena kasus ini mendapat perhatian publik, KY akan secara terbuka menyampaikan perkembangannya kepada masyarakat.
Sementara, Tom Lembong menyatakan laporan terhadap tiga hakim itu dilayangkan untuk melakukan pembenahan hukum, khususnya di institusi peradilan.
Ia tak memungkiri, momentum abolisi yang diterima dari Presiden Prabowo Subianto diharapkan dapat membenahi sistem hukum di Indonesia.
"Supaya bersama-sama kita bisa memanfaatkan momentum dari abolisi ini untuk mendorong perbaikan yang dapat kita dorong. Sayang kan kalau momentum ini tidak dimanfaatkan untuk kebaikan bersama ya. Peluang untuk membenahi," ucap Tom.
Tom optimistis pelaporan yang dilayangkan dapat membuahkan hasil optimal terhadap perbaikan hukum di Indonesia. "Kalau dari segi sikap kan kita harus selalu bersikap optimistis ya, selalu positif kondusif dan senantiasa optimistis," pungkasnya.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
