
Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban ke-48 pasca tenggelammnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. (Basarnas)
JawaPos.com - Beberapa kecelakaan laut terjadi di wilayah perairan Indonesia. Insiden-insiden tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Khususnya keluarga korban meninggal dunia dan korban hilang yang belum ditemukan oleh Tim SAR Gabungan.
Pada Rabu, 2 Juli 2025, Kapal Motor Penumpang (KPM) Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali. Berdasar manifest yang tercatat, total ada 65 orang dalam pelayaran tersebut. Terdiri atas penumpang dan awak kapal. Sampai Selasa (15/7), total sudah ada 49 korban yang ditemukan dan dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan.
Puluhan korban itu sebagian besar ditemukan selamat. Dengan rincian 30 korban selamat dan 19 korban dalam keadaan meninggal dunia. Sementara 16 korban lainnya belum ditemukan. Operasi SAR korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya dilakukan dengan mengerahkan sumber daya nasional.
Tidak hanya Basarnas, TNI AL, TNI AU, TNI AD, hingga Polri, dan unsur-unsur SAR lainnya terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut. Mereka bergerak bersama-sama untuk mencari dan menemukan korban yang dinyatakan hilang di Selat Bali. Sampai hari ini (16/7), operasi SAR masih berlangsung.
Pada Senin, 14 Juli 2025, kecelakaan laut terjadi di Perairan Pasir Panjang, Pasuruan, Jawa Timur (Jatim). Dalam kecelakaan tersebut, kapal nelayan yang berlayar dengan 17 orang awak kapal tenggelam. TNI AL melalui Komando Latihan Korps Marinir (Kolatmar) langsung bergerak.
Mereka melaksanakan operasi SAR bersama, Basarnas, BPBD Pasuruan, Brimob Polda Jatim, dan Sat Polairud Polda Jatim. Sampai kemarin (15/7), sebanyak 12 korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Sementara 2 korban meninggal dunia, dan 3 korban lainnya hilang.
Di hari yang sama, pada 14 Juli 2025, kapal penyeberangan terbalik di Selat Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar). Total ada 18 korban dalam insiden tersebut. Sebanyak 17 korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat. Namun, ada satu korban hilang.
Korban atas nama Guntur Saleleubaja itu masih terus dicari oleh Tim SAR Gabungan. Insiden terbaliknya kapal tersebut terjadi pada pukul 11.00 WIB. Saat itu kapal penumpang tersebut dalam pelayaran dari Sikakap menuju Tuapejat. Kecelakaan terjadi pada koordinat 2°27'20.26"S 99°56'23.32"E.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
