
Menko Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat melakukan kunjungan kerja ke TPA Benowo, Surabaya, Rabu (16/4). (Humas Pemkot Surabaya).
JawaPos.com - Inovasi pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo, kembali menuai apresiasi dari pejabat nasional.
Pujian kali ini datang dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam kunjungan kerjanya, Rabu (16/4).
"Jadi kunjungan kami ke sini untuk melihat secara langsung, operasi dari PSEL yang ada di Benowo, yang kita tahu sudah berjalan efektif selama kurang lebih empat tahun terakhir,” ujar Menko AHY.
Ketua Umum Partai Demokrat itu menyatakan bahwa masalah sampah tak bisa dipandang sepele. Ini adalah tantangan bersama yang perlu diselesaikan secara menyeluruh di seluruh wilayah kota dan kabupaten di Indonesia.
“Oleh karena itu, kita harus selalu menghadirkan pusat-pusat pengelolaan sampah yang benar-benar terpadu, semakin modern dengan teknologi yang juga baik, sehingga semakin efektif dan efisien,” imbuhnya.
Lebih lanjut, AHY menuturkan bahwa setiap harinya, Kota Surabaya menghasilkan sekitar 1.600 ton. Ribuan sampah tersebut kemudian dikelola dengan dua teknologi di PSEL TPA Benowo.
“Yang pertama adalah menggunakan (Landfill) Gas Power Plant bisa menghasilkan 1,65 hingga 2 megawatt. Sedangkan yang 1.000 ton (sampah) itu menggunakan metodologi gasifikasi,” jelasnya.
AHY menyampaikan bahwa sampah yang dikelola menjadi energi listrik dialirkan melalui Gardu Induk Altaprima, meskipun dari proses tersebut, masih menyisakan elemen seperti fly ash dan bottom ash.
"Elemen sisa bottom ash kurang lebih 15 persen, sedangkan fly ash sekitar 2 persen. Ini juga masih bisa digunakan, termasuk bisa untuk menimbun, pengurukan dan sebagainya,” terang AHY.
Menko AHY menilai PSEL Benowo Surabaya layak dijadikan model nasional pengelolaan sampah berkelanjutan, namun tiap daerah perlu menyesuaikan teknologi berdasarkan kapasitas dan volume sampahnya.
“Presiden Prabowo Subianto telah mendeklarasikan semangat beliau agar kita harus menangani sampah. Bisa dikatakan kita menghadapi darurat sampah,” tukas putra dari Presiden RI ke-6 tersebut. (*)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
