Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Februari 2025 | 16.44 WIB

Apa Itu Sidang Isbat yang Akan Digelar Kemenag Hari Ini? Berikut Gambarannya

 

Sidang isbat bakal dilakukan minggu ini, kemenag gunakan metode ini. (Radar Malang)

 
JawaPos.com - Salah satu tradisi tahunan yang selalu dilakukan pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) dalam menetapkan 1 Ramadhan adalah digelarnya sidang isbat.
 
Sidang isbat tahun 2025 untuk menentukan 1 Ramadhan 1446 Hijriah akan digelar pada hari ini, Jumat (28/2), dan berlokasi di Kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta.
 
Sidang isbat biasanya dipimpin oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dengan dihadiri berbagai perwakilan ormas Islam, termasuk perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

 
 
Selain dihadiri berbagai ormas Islam, sidang isbat juga dihadiri tim ahli falak, BMKG, perwakilan DPR RI, hingga perwakilan Mahkamah Agung.
 
Apa itu Sidang Isbat ?
 
Mungkin banyak dari kita sering  mendengar sidang isbat dalam pemberitaan televisi atau pemberitaan media online karena sidang isbat sering digelar untuk menentukan 1 Ramadhan hingga penentuan hari Lebaran. Namun, bisa saja diantara kita belum memahami dengan baik apa itu sidang isbat. 
 
Sidang isbat secara bahasa dapat diartikan sebagai sidang penetapan. Sidang isbat ini berupa rapat atau musyawarah dengan mendengarkan pendapat ahli untuk kemudian diambil suatu kesimpulan dan berakhir dengan adanya penetapan.
 
Sidang isbat untuk 1 Ramadhan merupakan sidang yang digelar untuk menetapkan kapan jatuhnya tanggal 1 Ramadhan yang menandai mulai diwajibkannya umat Islam melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh.
  
Di dalam sidang isbat, terdapat beberapa rangkaian yang dilakukan. Mulai dari penyampaian data terkait posisi hilal sesuai dengan hitungan ilmu astronomi, pemaparan hasil rukyatul hilal yang dilaksanakan di sejumlah titik di Indonesia, hingga adanya kesimpulan sekaligus penetapan kapan jatuhnya tanggal 1 Ramadhan di tahun 2025 ini.
 
Rukyatul hilal merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menetapkan 1 Ramadhan yang digunakan pemerintah Indonesia melalui Kemenag. Dengan metode ini, harus dilakukan pemantauan secara langsung seperti apa posisi dan ketinggian hilal. Apakah hilal sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan atau belum.
 
Misalnya hasil rukyatul hilal menyatakan kriteria imkan rukyah sudah terpenuhi berdasarkan pengamatan pada posisi hilal di swjumlah titik di Tanah Air, maka Kemenag akan menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. 
 
Akan tetapi bila posisi hilal belum tampak atau belum memenuhi kriteria imkan rukyah, maka bulan Syakban akan disempurnakan. Sehingga, 1 Ramadhan akan jatuh pada hari Minggu, 2 Maret 2025.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore