Sejumlah penumpang memadati area keberangkatan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. (HANUNG HAMBARA/JAWA POS).
JawaPos.com - Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menjadi salah satu Bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II (AP II) yang paling sibuk menangani para pemudik di momen Lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah tahun ini. AP II sendiri memastikan bahwa seluruh bandara kelolaannya sudah siap menyambut arus balik Angkutan Lebaran 2023, mulai tanggal 24 April 2023 (H+1) hingga 3 Mei 2023 (H+10).
President Director AP II, Muhammad Awaluddin menyebut, di Bandara Soetta sendiri diprediksi akan menerima sebanyak 1,52 juta penumpang pada arus balik Lebaran 2023. "Perkiraan puncak arus balik pada 30 April 2023 (H+7)," kata President Director AP II, Muhammad Awaluddin, dalam keterangannya.
Dia memperkirakan, jumlah penumpang pesawat di 20 bandara AP II pada arus balik H+1 hingga H+10, bisa mencapai sebanyak 2,43 juta penumpang dengan 16.645 penerbangan. "Khusus di Bandara Soekarno-Hatta, jumlah penumpang pada arus balik diperkirakan mencapai 1,52 juta penumpang dengan 10.743 penerbangan," lanjut Awaluddin.
Kendati demikian, Awaluddin menegaskan bahwa rencana operasional di seluruh bandara AP II juga telah disiapkan. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi tingginya lalu lintas penerbangan pada arus balik Lebaran 2023 ini.
"Telah diinstruksikan kepada seluruh bandara AP II termasuk para stakeholder agar bersiap menyambut arus balik. Bandara AP II siap mengantar para pemudik untuk kembali ke kota tempat mereka beraktivitas sehari-hari," tegas Awaluddin,
Awaluddin juga mengungkapkan kalau pada arus balik ini bandara akan fokus pada enam titik penting pada aspek operasi dan pelayanan. Pada aspek operasi, bandara fokus pada 3 titik penting yaitu alokasi parkir pesawat, penanganan bagasi penumpang pesawat, dan ketersediaan moda transportasi publik.
"AP II dan stakeholder merencanakan dengan baik alur kedatangan pemudik. Penentuan lokasi parkir pesawat, apakah merapat ke terminal untuk menggunakan garbarata (on block) atau di area remote harus direncanakan dengan baik," terangnya.
Di Bandara Soekarno-Hatta ,monitoring layanan moda transportasi publik juga dikatakan telah didukung dengan infrastruktur teknologi yang ada di Land Transport Operation Center (LTOC). Sementara itu, untuk aspek pelayanan, bandara AP II fokus pada 3 titik penting yakni manajemen atau prosedur terkait keterlambatan (delay) penerbangan, kebersihan seluruh fasilitas publik, serta kepastian layanan pada proses keberangkatan.
"Potensi delay yang disebabkan beragam faktor pasti selalu ada, dan juga sudah ada delay management dari maskapai maupun pengelola bandara untuk mengantisipasi ini," tandas Awaluddin.