Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Februari 2025 | 15.58 WIB

Jadi Tuan Rumah PaRD Leadership Meeting 2025, Kemenag Jadikan Indonesia Kiblat Praktik Keagamaan Moderat Dunia

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Ahmad Zayadi (dua dari kiri) di Jakarta, Senin (3/2). (Hilmi/Jawa Pos) - Image

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Ahmad Zayadi (dua dari kiri) di Jakarta, Senin (3/2). (Hilmi/Jawa Pos)

JawaPos.com – Indonesia mendapat kepercayaan jadi tuan rumah International Partnership on Religion and Sustainable Development (PaRD) Leadership Meeting 2025.

Dalam forum keagamaan tingkat dunia itu, Indonesia ingin tampil sebagai kiblat praktik keberagaman yang moderat di tingkat global. 

Forum tersebut dihadiri delegasi dari sejumlah negara maju. Seperti dari Amerika Serikat, Denmark, Belgia, Swiss, dan Belgia. Untuk diketahui, di kawasan Asia, baru Indonesia yang bergabung dalam forum PaRD tersebut. 

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Ahmad Zayadi mengatakan, forum PaRD cukup strategis. Di antaranya adalah untuk meneguhkan posisi dan kontribusi agama untuk SDGs.

"Bagaimana citra agama bisa positif terhadap pembangunan berkelanjutan. Termasuk bagaimana agama berperan dalam diplomasi," tuturnya di Jakarta pada Senin (3/2) malam. 

Jayadi menuturkan, Indonesia sebagai negara dengan populasi umat Islam yang besar, harus berperan lebih besar pula.

Sehingga Indonesia bisa berbagi sekaligus jadi rujukan serta kiblat praktik keagamaan yang moderat. Serta praktik keagamaan yang damai dan menekankan nilai-nilai agama yang universal. 

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad menegaskan bahwa agama harus menjadi kekuatan dinamis dalam pembangunan global.

"Agama bukan sekadar urusan pribadi, melainkan kekuatan yang membentuk pembangunan secara lebih luas," katanya. Menurut dia, agama mampu menjadi instrumen perdamaian, keadilan sosial, serta kesejahteraan masyarakat. 

Abu mengatakan, PaRD merupakan forum internasional yang mempertemukan pemerintah, akademisi, dan organisasi berbasis keagamaan tingkat dunia. Tujuannya untuk membahas peran agama dalam pembangunan berkelanjutan.

Untuk Indonesia, dia mencontohkan program zakat dan wakaf sebagai instrumen untuk ikut mengentaskan kemiskinan. Di dalam SDGs, pengentasan kemiskinan menjadi salah satu target yang harus ditangani. 

Selain zakat dan wakaf, Abu juga menyoroti peran Kantor Urusan Agama (KUA) yang tersebar di lebih dari 5.900 titik.

KUA tidak hanya berfungsi sebagai pencatat pernikahan. Tetapi juga berperan penting dalam bimbingan keagamaan, penguatan keluarga, serta advokasi hak-hak perempuan dalam perkawinan.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore