
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf angkat bicara soal kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Agus, seorang difabel asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). (mia/ Jawa Pos)
JawaPos.com – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf angkat bicara soal kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Agus, seorang difabel asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia menyebut, Kementerian Sosial (Kemensos) telah menerjunkan tim untuk mendalami kasus tersebut.
“Pak Dirjen (Dirjen Rehabilitasi Sosial, red) sedang ada di sana ini,” ujar Mensos ditemui usai bertemu dengan Wakil Menteri (Wamen) BUMN Kartika Wirjoatmodjo di Kantor Kemensos, Jakarta, Kamis (5/12).
Menurutnya, Dirjen Rehabilitasi Sosial Supomo berada di NTB bersama pihak Komisi Nasional Disabilitas (KND) untuk memperoleh informasi lebih dalam terkait dugaan kasus pelecehan seksual tersebut. Terkait proses hukum, ia menegaskan, bahwa pihaknya akan mendukung penuh proses hukum yang berjalan saat ini.
Baca Juga: Tanda Individu dengan GangguN kepribadian NPD: 9 Frasa Penyulut Emosi yang Sering Mereka Ucapkan
“Tetapi tentu secara hukum kita serahkan sepenuhnya kepada kepolisian. Kita percaya bahwa polisi bisa bekerja dengan profesional, dengan baik dalam urusan hukumnya,” tutur pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut.
Tak hanya mendalami kasus, Kemensos disebutnya juga telah turun tangan dalam mendampingi para korban. Mereka diberikan pendampingan secara psikososial untuk memulihkan kondisi dari trauma yang diderita.
Sebagai informasi, saat ini jumlah korban dugaan pelecehan yang dilakukan Agus ini bertambah. Dari hasil penyelidikan, setidaknya sudah 13 perempuan yang melapor menjadi korban. Mirisnya, tiga di antaranya masih berusia anak-anak.
Baca Juga: Pramono Anung-Rano Karno Unggul 50,07 Persen di Pilkada DKI Jakarta, Begini Hasil Rekapitulasinya
Mereka dilaporkan mengalami pelecehan seksual fisik yang mengarah pada persetubuhan. Lalu, ada pula yang sudah dibawa ke homestay namun kemudian korbannya lari. Modusnya, mencakup komunikasi verbal dengan mengambil informasi pribadi yang kemudian mempengaruhi psikis korban. Agus juga disebut melakukan manipulasi dengan berpura-pura mengajak pacaran.
Dugaan pelecehan ini pertama kali terungkap pada 7 Oktober 2024. Seorang mahasiswi melaporkan dirinya menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan Agus. Awalnya, Agus sempat mengelak dan menyatakan difitnah. Dia berlindung dibawa kondisi disabilitas tanpa kedua tangan yang dialaminya. Namun, seiring berjalannya waktu, ternyata lebih banyak korban yang muncul dan berani melapor.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
