Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 Oktober 2024 | 15.10 WIB

Pandangan Psikolog Terkait Makan Bergizi Gratis, Program Unggulan Prabowo-Gibran

Wapres terpilih Gibran Rakabuming Raka (berbaju hitam) meninjau program makan bergizi gratis di Kota Tangerang, Senin (5/8). (Muhamad Ali/Jawa Pos Koran) - Image

Wapres terpilih Gibran Rakabuming Raka (berbaju hitam) meninjau program makan bergizi gratis di Kota Tangerang, Senin (5/8). (Muhamad Ali/Jawa Pos Koran)

JawaPos.com - Makan bergizi gratis termasuk salah satu program unggulan Prabowo-Gibran yang akan direalisasikan dalam 5 tahun ke depan selama menjadi memimpin negeri.

Program tersebut tidak hanya diyakini akan dapat membawa manfaat untuk anak-anak Indonesia pencegahan stunting dan gizi buruk. Program makan bergizi gratis juga akan membuat perekonomian Indonesia lebih bergairah karena sekitar Rp 450 triliun uang akan beredar di di desa-desa dan kampung kampung.

Program makan bergizi gratis yang kabarnya akan berikan dua kali dalam sehari itu mendapat perhatian dari banyak pihak. Salah satunya dari Psikolog Dody Tri.


Dia mengatakan, dalam pandangan psikologi, program Presiden Prabowo Subianto tersebut akan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak anak dan ibu hamil.

"Dari sudut pandang psikologi, program ini bisa memberikan rasa aman dan nyaman pada anak. Bagi ibu hamil, program ini juga bisa mengurangi beban pikiran terkait masalah ekonomi dan memastikan calon bayi mendapatkan nutrisi yang cukup," kata Dody Tri kepada JawaPos.com, Sabtu (19/10). 

Dia pun menyebut, makan bergizi gratis ini akan membawa manfaat pada anak-anak terkait tumbuh kembang mereka. Baik perkembangan secara fisik ataupun perkembangan kognitif ereka.

"Selain manfaat fisik, program ini juga berpotensi memberikan dampak positif pada kondisi mental dan psikis anak. Anak-anak yang merasa diperhatikan dan kebutuhan dasarnya terpenuhi cenderung lebih bahagia dan percaya diri," tuturnya.

Dody Tri pun berharap makan bergizi gratis ini dapat dilaksanakan bengan baik pada pemerintahan Prabowo-Gibran sehingga  dapat benar-benar meningkatkan gizi anak-anak, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

 
"Untuk mencegah stunting dan gizi buruk, menu makan bergizi gratis sebaiknya mengandung sumber protein (daging, ikan, telur, atau kacang-kacangan), karbohidrat kompleks (nasi, jagung, atau ubi), sayur dan buah (berbagai jenis sayuran dan buah-buahan segar) dan  susu atau produk olahan susu untuk memenuhi kebutuhan kalsium," paparnya.

Dody Tri menambahkan, supaya program makan bergizi gratis ini tepat sasaran ke anak-anak yang memang membutuhkan, dia pun meminta keterlibatan masyarakat setempat dan juga pihak swasta dalam hal penyediaan dan distribusinya.

"Program makan bergizi gratis adalah langkah positif untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak Indonesia. Namun, perlu adanya evaluasi dan perbaikan secara berkala untuk memastikan program ini berjalan efektif dan mencapai tujuannya," ungkap Dody Tri.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore