Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 September 2024 | 17.35 WIB

Eks Penyidik KPK Ingatkan Pansel Pilih 10 Capim yang Berintegritas dan Bukan Titipan

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) KPK Muhammad Yusuf Ateh (keempat kanan) didampingi Wakil Ketua Pansel Capim KPK Arif Satria (keempat kiri) dan Anggota Pansel Capim KPK lainnya berfoto bersama usai konferensi pers di Gedung Kementeria - Image

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) KPK Muhammad Yusuf Ateh (keempat kanan) didampingi Wakil Ketua Pansel Capim KPK Arif Satria (keempat kiri) dan Anggota Pansel Capim KPK lainnya berfoto bersama usai konferensi pers di Gedung Kementeria

JawaPos.com - Panitia seleksi (Pansel) diminta untuk berhati-hati dalam memilih 10 calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sebelumnya telah menyelenggarakan tes wawancara dan kesehatan, pada 17-20 September 2024. Ke-10 capim itu nantinya akan diserahkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk dipilih 5 orang yang akan diserahkan ke Komisi III DPR RI.
 
"Mewanti-wanti Pansel dipenghujung tugasnya untuk memilih 10 capim KPK agar tidak terpilih pimpinan KPK yang bermasalah dan diduga titipan," kata mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo kepada wartawan, Jumat (27/9).
 
Yudi menekankan, independensi pimpinan KPK ke depan sangat penting. Ia tidak menginginkan, pimpinan KPK periode 2024-2029 mengulang sejarah seperti mantan Ketua KPK Firli Bahuri, yang tidak optimal memberantas korupsi.
 
 
"Harus memilih Capim tidak bermasalah, agar ketika menjadi pimpinan KPK dia tidak akan terbebani dosa masa lalu yang akan menyebabkan tersandera sehingga kemudian kerjanya tidak optimal," ujar Yudi.
 
Mantan Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK itu menegaskan, jika ada pimpinan KPK titipan, dikhawatirkan kinerjanya akan tebang pilih. Serta mudah diarahkan oleh kepentingan-kepentingan lain di luar KPK.
 
"Dia tidak akan independen dalam mengambil putusan ketika menjadi pimpinan KPK, serta mudah diarahkan oleh yang menitipkan dan yang lebih parah adalah penanganan kasus akan tebang pilih," tegas Yudi.
 
 
Karena itu, Yudi menegaskan bahwa Pansel harus mempunyai informasi mendalam terkait 20 orang capim yang akan dikerucutkan menjadi 10 orang. Ia menyebut, integritas Panse sangat diuji dalam memilih capim yang berintegritas.
 
"Sehingga jika ada indikasi rekam jejak bermasalah dan ada dugaan titipan maka untuk segera dicoret saja. Sebab yang dipilih bukan hanya 5 orang yang menjadi pimpinan lembaga negara, namun juga pemimpin pergerakan pemberantasan korupsi," pungkasnya.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore