Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 September 2024 | 00.08 WIB

Mengenal Satsiber TNI dan Pusat Pertahanan Siber Kemhan

Foto: Ilustrasi: Solusi dan benteng pertahanan siber yang kuat mutlak diperlukan untuk menangkal kebocoran data. (Up&Running Computers Solutions).

JawaPos.com - Di tengah ramainya perbincangan soal wacana pembentukan Angkatan Siber, Indonesia sejatinya sudah memiliki organ-organ siber yang bergerak di bawah kementerian dan lembaga. Misalnya Satuan Siber (Satsiber) TNI di bawah Mabes TNI dan Pusat Pertahanan Siber (Pushansiber) Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Keduanya dipimpin oleh seorang perwira tinggi dengan pangkat bintang satu. 

Satsiber TNI dibentuk oleh Mabes TNI pada 2017. Dalam pelaksanaan tugasnya, Satsiber TNI bertanggung jawab secara langsung kepada panglima TNI. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto menyatakan bahwa Satsiber TNI memiliki beberapa tugas.

”Satuan Siber TNI digunakan untuk menjaga keamanan administrasi, portal,” terang mantan panglima TNI tersebut. 

Sementara Pushansiber Kemhan Badan Instalasi Strategis Pertahanan (Bainstrahan) Kemhan. Dalam laman resmi milik Kemhan dijelaskan bahwa Pushansiber Kemhan memiliki beberapa tugas. Yakni melaksanakan operasi siber, persandian, dan wahana antariksa nirawak di lingkungan Kemhan serta pengoordinasian operasi siber di sektor pertahanan. Tugas-tuga itu mereka laksanakan di bawah kendali menteri pertahanan. 

Menurut Khairul Fahmi sebagai pemerhati isu-isu militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Satsiber TNI dan Pushansiber Kemhan masih bisa dioptimalkan. Diantaranya terkait dengan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), pengembangan infrastruktur dan teknologi, optimalisasi kolaborasi antar lembaga, pengembangan strategis dan kebijakan siber, serta peningkatan kapasitas intelijen siber. 

Selain itu, Fahmi juga menekankan pentingnya kerja sama dengan sektor swasta dan operator infrastruktur kritis untuk penguatan keamanan dan meningkatkan perlindungan terhadap serangan siber. Kemudian dia menilai perlu juga dilakukan peningkatan kesadaran publik tentang ancaman siber melalui kampanye dan program pelatihan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan kesiapan menghadapi serangan siber.

Khusus untuk optimalisasi kolaborasi antar lembaga, Fahmi menilai bahwa Satsiber TNI dan Pushansiber Kemhan harus bekerja keras. ”Meningkatkan kerja sama dan koordinasi dengan BSSN, Kemenkominfo, Polri dan lembaga terkait, serta partisipasi dalam kolaborasi internasional,” terang Fahmi.

Dengan begitu, lanjut dia keberadaan Satsiber TNI dan Pushansiber Kemhan diyakini akan lebih optimal. Utamanya dalam menghadapi ancaman dan potensi gangguan siber.

Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore