Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 September 2024 | 15.23 WIB

Faisal Basri Tutup Usia: Ekonom yang Kritis, Berintegritas, dan Terbiasa Hidup Sederhana

Ekonom Faisal Basri saat menjadi ahli dan memberikan keterangan dalam sidang lanjutan PHPU Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (1/4/2024). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS) - Image

Ekonom Faisal Basri saat menjadi ahli dan memberikan keterangan dalam sidang lanjutan PHPU Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (1/4/2024). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

JawaPos.com – Karangan bunga dukacita berjejer di sepanjang Jalan Gudang Peluru, Tebet, Jakarta Selatan. Sejak pagi, para pelayat berdatangan di rumah duka Faisal Basri itu. Ekonom senior tersebut wafat pukul 03.50 WIB di RS Mayapada, Kuningan, kemarin (5/9).

Faisal wafat di usia 65 tahun. Jenazah disalati di Masjid Az Zahra, kemudian dimakamkan di TPU Menteng Pulo. Para tokoh dan petinggi negara hadir untuk mendoakan dan memberikan ucapan belasungkawa kepada keluarga almarhum. Antara lain, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Rektor Universitas Paramadina Didik J. Rachbini, Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Indonesia Jusuf Kalla, hingga mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dari kalangan ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), ada Tauhid Ahmad, Esther Sri Astuti, Abra Talattov, dan beberapa yang lain.

Luhut menyampaikan rasa kehilangan atas meninggalnya Faisal Basri. Bagi dia, Faisal adalah ekonom yang banyak berkontribusi pada kebijakan-kebijakan ekonomi Indonesia sejak era reformasi. Pertemuan terakhirnya dengan almarhum terjadi pada 2021, setelah Indonesia menghadapi gelombang pertama pandemi Covid-19.

"Pada saat itu, beliau memberikan masukan yang sangat berharga dalam mendesain PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat, Red) dari sisi ekonomi. Masukannya membantu kita menjaga keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi negara," ujarnya.

Menurut dia, selama ini Faisal tidak pernah menggunakan kritik sebagai alat untuk menjatuhkan. "Beliau kritis, tetapi selalu dalam semangat memperbaiki. Itulah yang membuat saya sangat menghargai beliau. Kita butuh lebih banyak sosok seperti Pak Faisal di Indonesia," tambahnya.

Tak berselang lama, rombongan Kementerian Keuangan yang dipimpin Sri Mulyani datang melayat. Perempuan yang akrab disapa Ani itu tak bisa membendung air matanya. Maklum, Faisal adalah kawan akrabnya sejak di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI). "Beliau tiga tahun di atas saya di FE UI. Beliau menjadi asisten dosen, saya kemudian masuk LPEM bersama-sama, terus dekat angkatannya sesudah kembali kami dari sekolah," ucap Ani dengan suara bergetar.

Selain itu, seniman yang juga jurnalis Goenawan Mohamad (GM) menyatakan duka atas meninggalnya Faisal. GM sudah lama mengenal Faisal. "Kehilangan kita amat terasa karena Faisal adalah teladan cendekiawan dan aktivis yang langka," ujarnya. GM juga memuji Faisal sebagai sosok yang bersahaja. GM mengatakan, ketika "pelacuran intelektual" berkembang biak di Indonesia, Faisal tidak pernah menjual diri kepada penguasa, dinasti, partai, maupun bisnis besar. "Ia tak tergoda harta dan takhta. Ia biasa hidup sederhana," lanjutnya.

Bagi Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adinegara, Faisal Basri adalah ekonom berintegritas tinggi. Bhima pernah mendapat pesan untuk mempertajam analisis, memperkuat data, dan tidak gentar menghadapi kekuasaan di kala terjadi penyelewengan.

Faisal juga dekat dengan kalangan pengusaha. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, Faisal adalah ekonom senior yang kritis, idealis, berintegritas tinggi, sekaligus memiliki pandangan ekonomi dan politik yang tajam serta progresif. ”Bang Faisal adalah sosok yang berani memberikan suaranya untuk memperjuangkan kebijakan demi kesejahteraan publik dan prorakyat,” ujar Shinta.

Beberapa minggu lalu, Shinta berada satu panggung dengan Faisal di suatu acara. Pada kesempatan itu, Shinta berbincang soal bagaimana mendorong dunia usaha untuk berkontribusi lebih pada transformasi ekonomi Indonesia. (han/agf/dee/c7/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore