Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Agustus 2024 | 21.18 WIB

Protes Dugaan Larangan Paskibraka Pakai Jilbab, Muhammadiyah: Kalau Benar Harus Dicabut

 

Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) melakukan prosesi potong rambut saat pemusatan diklat Paskibraka 2024 di Jakarta, Minggu (14/7/2024).

 
JawaPos.com - Sekretaris Umum (Sekum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Muhammadiyah Abdul Mu'ti protes keras terkait dugaan pelarangan penggunaan jilbab bagi petugas Paskibraka perempuan beragama Islam, yang akan bertugas pada peringatan HUT ke-79 RI. Mu'ti menekankan, jika aturan itu benar maka sebaiknya dicabut.
 
"Kalau benar ada pelarangan anggota Paskibraka memakai jilbab, maka larangan itu harus dicabut," kata Mu'ti kepada wartawan, Rabu (14/8).
 
Mu'ti menegaskan, pelarangan penggunaan jilbab itu merupakan tindakan diskriminatif. Hal itu juga bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan kebebasan beragama.
 
 
"Pelarangan itu merupakan tindakan diskriminatif yang bertentangan dengan Pancasila, kebebasan beragama, dan hak asasi manusia," tegas Mu'ti.
 
Sebagaimana diketahui, beredar kabar 
dugaan pasukan Paskibraka 2024 bagi beragama Islam untuk mencopot jilbab ramai menjadi pembahasan warganet.
Hal ini diketahui dari sejumlah foto yang beredar di media sosial, tak ada Paskibraka perempuan 2024 yang berhijab.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore