Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 April 2023 | 00.27 WIB

Efek Batalnya Piala Dunia U-20, Simpati Publik Kepada Ganjar Turun

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo berhasil membawa Salatiga menjadi kota paling toleran kedua di Indonesia dalam Indeks Kota Toleran (IKT) Tahun 2022. - Image

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo berhasil membawa Salatiga menjadi kota paling toleran kedua di Indonesia dalam Indeks Kota Toleran (IKT) Tahun 2022.

JawaPos.com - Keputusan FIFA membatalkan pelaksanaan Piala Dunia U-20 di Indonesia berdampak pada menurunnya simpati publik kepada sosok Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Pasalnya, Ganjar menjadi salah satu kepala daerah yang keras menolak kehadiran Timnas Israel sebagai salah satu peserta Piala Dunia U-20.

Ketua Dewan Pendiri Komunitas Milenial Indonesia (KomiD) Yogie Try Wardhana mengatakan, sikap Ganjar tidak sejalan dengan mayoritas masyarakat terutama kalangan milenial yang menginginkan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. 

Akibatnya, Yogie yang mengaku kecewa dengan sikap itu pasti berdampak pada keputusan untuk memilih di pemilu dan pilpres 2024. Hal ini tentu sangat signifikan. Karena kaum milenial saat ini menguasai pangsa pasar pemilih sekitar 60 persen. 

"Tampil di Piala Dunia adalah mimpi kami sejak kecil, pernah kan ada iklan satir di TV kapan ya indonesia ikut piala dunia, impian ini sirna seketika, karna hal-hal yang saya rasa tidak begitu penting," kata Yogie, kepada wartawan, Senin (10/4/2023). 

Dikatakan Yogie, penolakan Ganjar terhadap timnas Israel juga disebut tidak mencerminkan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang secara tegas menyatakan untuk memisahkan urusan politik dan olahraga. 

"Presiden saja sebagai kepala negara sudah menyatakan pisahkan urusan kemerdekaan Palestina dengan olahraga bermain sepak bola, justru kita harus dukung Timnas Indonesia sebisa mungkin jadi juara atau minimal mengalahkan tim israel sebagai dukungan sportifitas kompetisi didunia olahraga," ungkapnya

Lanjut Yogie, secara langsung Ganjar telah menyakiti perasaan para pecinta sepak bola karena membunuh mimpi anak-anak muda Indonesia untuk tampil di kancah internasional.

Oleh karena itu, Yogie mengatakan bahwa Politisi PDI Perjuangan itu akan menerima hukuman dari masyarakat, terutama dari insan sepak bola nasional yang merasa kecewa lantaran batalnya Piala Dunia U20. 

"Pak ganjar akan menerima pil pahit dari konsekuesi tersebut, kawan - kawan di Komunitas Millenial Indonesia sudah sepakat untuk tidak medukung beliau (Ganjar) di Pilpres 2024 kalaupun beliau maju capres," tegasnya. 

Lebih lanjut Yogie menyatakan, Ganjar Pranowo dianggap bukan lagi menjadi penerus kebijakan Presiden Jokowi. Hal itu lantaran Ganjar tidak menjalankan perintah presiden yang secara hirarki lebih tinggi jabatannya. 

"Lagipula belum-belum saja sudah berlawanan dengan kebijakan pemerintahan Pak Jokowi, bagaimana kita akan berharap Pak Ganjar sebagai penerus Jokowi? Saat Pak Jokowi masih presiden saja Pak Ganjar sudah terkesan tidak dukung agenda beliau di Piala Dunia U20," urainya.

Yogie berharap agar para gubernur dan kepala daerah lainnya patuh dan tunduk pada pimpinan tertinggi di republik ini, dengan tidak perlu mencampuri kebijakan yang bersifat strategis di level nasional. 

"Kedepan kita berharap Gubernur dan para Kepala daerah jangan bertindak diluar kapasitasnya dong, seperti tidak ada kerjaan lagi saja, ikutan komentari agenda negara yang menjadi domain pemerintah pusat," ucapnya

"Mending urus tuh daerahnya bagaimana rakyatnya sejahtera, pembangunan didaerahnya bisa dirasakan masyarakatnya," tukas Yogie.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore