
Sejumlah siswa kelas IX melakukan makan siang gratis di SMPN 2 Curug, Kab. Tangerang, Kamis (29/02/2024).
JawaPos.com - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mulai mengkaji dan menyusun program makan siang gratis untuk anak sekolah dari pasangan Prabowo-Gibran. Khususnya terkait dampaknya terhadap keuangan negara.
Perencana Ahli Utama Pangan dan Pertanian Bappenas Anang Nugroho mengatakan belum bisa menjelaskan detail dampak program makan siang gratis itu terhadap keuangan negara.
”Sampai sekarang Bappenas dalam proses menyusun dan mendengar dari pihak (tim) paslon,” kata Anang dalam diskusi di kantor PBNU yang digelar DPP Konfederasi Sarbumusi kemarin (1/5).
Sampai saat ini pun, Bappenas belum merumuskan pokok-pokok teknis implementasi program makan siang tersebut. Meski begitu, Anang menekankan bahwa program makan siang gratis itu idealnya berbasis pangan lokal sehingga sejalan dengan salah satu program prioritas pemerintah. Yakni, pemanfaatan sumber pangan lokal.
Dengan memanfaatkan sumber pangan lokal itu, pemerintah bisa menjawab kekhawatiran publik. Yakni, kekhawatiran bahwa bahan-bahan yang digunakan untuk makan siang gratis berasal dari produk impor.
Selain memaksimalkan bahan pangan lokal, Anang mengatakan bahwa program makan siang gratis itu harus mempertimbangkan gizi. Tidak cukup hanya mengenyangkan atau kaya karbohidrat. ”Untuk konsumsi karbohidrat, di negara kita ini sudah cukup,” kata mantan direktur pangan dan pertanian Bappenas itu. Sementara yang masih kurang adalah konsumsi sayur dan buah.
Pada kesempatan yang sama, Presiden DPP Konfederasi Sarbumusi Irham Ali Saifuddin menyatakan mendukung program makan siang dan susu gratis tersebut. Sebab, itu menjadi bagian integral untuk meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi sektor perekonomian bangsa.
Namun, dia mengatakan, pemerintah dalam menjalankan program makan siang gratis itu jangan mengambil jalan pintas. Misalnya, mendatangkan bahan baku makan siang gratis secara impor. Tetapi, harus menumbuhkan perekonomian lokal setempat. ”Harus mampu mendorong sektor perekonomian tradisional kerakyatan. Meliputi pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, atau nelayan,’’ jelasnya.
Dia menegaskan, program makan siang gratis itu harus membawa efek domino. Tidak boleh hanya dinikmati segelintir orang atau korporasi besar. (wan/c7/fal)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
