Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Maret 2024 | 21.00 WIB

Upaya untuk Menanggulangi Banjir Demak-Kudus: Hujan Buatan, Pompanisasi, dan Perbaikan Tanggul

KERJA KERAS: Perbaikan tanggul Sungai Wulan menggunakan alat berat dari BBWS Pemali Juana dengan dibantu petugas TNI di Dukuh Norowito Ketanjung, Karanganyar, Demak, Kamis (21/3). - Image

KERJA KERAS: Perbaikan tanggul Sungai Wulan menggunakan alat berat dari BBWS Pemali Juana dengan dibantu petugas TNI di Dukuh Norowito Ketanjung, Karanganyar, Demak, Kamis (21/3).

JawaPos.com – Demak dan Kudus, Jawa Tengah, masih dikepung banjir. Di Demak, sebanyak 93 desa di 13 kecamatan terendam. Air bah juga menggenangi 4.696 hektare sawah serta memaksa 24 ribu jiwa lebih mengungsi.

Sementara di Kudus, pintu air di Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Jati, Kudus, telah dibuka per Rabu (20/3) siang. Jawa Pos Radar Kudus melaporkan, banjir di Tanggulangin diprediksi surut satu pekan ke depan.

Banjir di Kudus melanda pada Kamis (14/3). Sementara itu, jumlah pengungsi warga Desa Jati Wetan yang masih bertahan di posko pengungsian sebanyak 306 jiwa.

Salah satu upaya penanggulangan adalah pengendalian hujan yang turun di Demak dan daerah sekitarnya. Upaya itu dilakukan lewat teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau sering disebut hujan buatan.

Sebelumnya, operasi TMC berada di bawah naungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Tetapi, saat ini TMC berada di bawah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

’’TMC beroperasi sejak 16 Maret,’’ kata Plt Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto saat dikonfirmasi kemarin (21/3).

Jawa Pos Radar Semarang melaporkan, Bupati Demak dr Eisti’anah menyebut banyak daerah cekungan di wilayah yang dirinya pimpin yang kondisinya paling parah. ’’Air sulit surut sehingga permukiman warga tetap terendam,” ujar Eisti’anah saat meninjau banjir di Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak Kota, kemarin.

Bupati menyampaikan, air masih terlihat menggenang di beberapa titik, khususnya daerah cekungan. Karena itu, Pemkab Demak terus berupaya dan melakukan pompanisasi agar banjir bisa segera surut.

Sementara itu, perbaikan tanggul Sungai Wulan di Dukuh Norowito, Desa Ketanjung, Karanganyar, Demak, sudah selesai kemarin. Progres perbaikan tanggul tinggal 10 meter dari luas kerusakan sebelumnya 30 meter.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Harya Muldiyanto mengatakan, selama lima hari proses perbaikan tanggul, pihaknya mengerahkan 10 unit alat berat. Perbaikan itu bersifat darurat. (hib/wat/gal/rom/lin/wan/idr/c7/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore