Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Januari 2023 | 20.22 WIB

Peringati Imlek, Masyarakat Tionghoa Basuh Kaki Orang Tua

WUJUD BAKTI: Sejumlah warga Tionghoa mengikuti tradisi bakti basuk kaki orang tua di Gedung Rasa Dharma (Boen Hian Tong), kawasan pecinan Semarang, Jawa Tengah, kemarin (21/1). (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG) - Image

WUJUD BAKTI: Sejumlah warga Tionghoa mengikuti tradisi bakti basuk kaki orang tua di Gedung Rasa Dharma (Boen Hian Tong), kawasan pecinan Semarang, Jawa Tengah, kemarin (21/1). (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

JawaPos.com - Tak terasa bulir air mata membasahi pipi Arie Pramana tatkala membasuh kaki ibundanya, So Lian Kiem Nio. Pria 50 tahun itu membayangkan perjuangan ibunya yang kini berusia 83 tahun saat membesarkan anak-anak mereka. Arie pun berdoa agar ibunya selalu diberi kesehatan dan umur panjang.

Tradisi jelang perayaan Imlek itu terus dirawat masyarakat Tionghoa dari Perkumpulan Sosial dan Budaya Boen Hian Tong, Kota Semarang, di Gedung Rasa Dharma kemarin (21/1).

Arie mengaku baru kali pertama mengikuti tradisi tersebut.

"Tadi terasa perasaannya itu wah sangat luar biasa. Saya membayangkan bagaimana perjuangan ibu yang lalu. Jadi, perasaan kita tambah semangat untuk melakukan bakti kepada orang tua,’’ ungkap Arie.

Diberitakan dari Radar Semarang (Jawa Pos Group), tradisi basuh kaki yang dilanjutkan dengan memberi jamuan teh itu biasanya dilaksanakan sehari sebelum Tahun Baru Imlek. Namun, bukan hanya masyarakat keturunan Tionghoa yang beragama Konghucu yang melakukannya, melainkan juga lintas agama. Islam, Kristen, dan sebagainya.

Ketua Perkumpulan Sosial Boen Hian Tong (Rasa Dharma) Harjanto Kusuma Halim menjelaskan, Imlek merupakan perayaan budaya. Karena itu, siapa pun dengan agamanya masing-masing diperbolehkan untuk merayakannya. Menurut dia, kegiatan basuh kaki tersebut adalah wujud bakti anak kepada orang tua.

"Tidak hanya bersujud, tapi juga menjaga nama baik. Artinya, perilaku kita di masyarakat juga dijaga. Bukan hanya bersujud, terus di masyarakat bikin kacau gitu, artinya tidak berbakti,’’ jelasnya seusai mengikuti tradisi basuh kaki di Gedung Rasa Dharma kemarin.

Sementara itu, Kepala Sekretariat Boen Hiang Tong Wenshi Indriani Hadisumarto mengatakan, tradisi basuh kaki sudah berjalan selama empat tahun.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore