
Lulus: Rohimah dan Samsul siap graduasi dari program bansos usai terima bantuan program PENA dan RST dari Kemensos dan Bank Indonesia. (Kemensos untuk Jawa Pos)
JawaPos.com – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mendobrak cara konservatif dalam pengentasan kemiskinan. Tak ingin bergantung pada bantuan sosial (bansos) saja, ia mendorong adanya kemandirian ekonomi bagi keluarga penerima manfaat (KPM) lewat PENA.
PENA atau Pahlawan Ekonomi Nusantara merupakan bantuan modal usaha bagi KPM dengan kategori kemiskinan ekstrem. Mereka nantinya diberikan modal usaha minimal Rp 6 juta per KPM. Ada lima klaster usaha yang dapat dipilih, yaitu makanan, kerajinan, jasa, pertanian, dan peternakan. Dengan adanya pemasukan tambahan dari hasil usaha ini diharapkan KPM tidak terus bergantung pada bansos rutin.
Diakui Risma, saat ini, ada dua pendekatan untuk mengeluarkan masyarakat dari kemiskinan ekstrem. Pertama, memfasilitasi agar KPM punya pendapatan di luar bansos melalui PENA. Kedua, memperbaiki rumah tidak layak huni dengan program Rumah Sejahtera Terpadu (RST).
”Memang (kemiskinan, red) ekstrem itu kita lihat dari sisi ekonomi, kondisi fisik rumah, yang memang kondisinya memprihatinkan,” ujarnya.
Untuk program PENA, kata dia, akan fokus terlebih dahulu pada KPM usia muda di bawah 40 tahun. Ditargetkan, sebanyak 8.500 KPM bakal menerima program hasil kerja sama Kementerian Sosial (Kemensos) dan Bank Indonesia (BI) ini. ”Mereka yang kita upayakan untuk dikeluarkan (dari kemiskinan ekstrem, red) dulu,” ungkapnya.
PENA sendiri telah dilaunching pada akhir pekan lalu. Malang dipilih jadi pilot project program ini. Khusus di Malang Raya, terdapat 443 KPM. Di mana, 21 orang KPM kategori kemiskinan ekstrem telah mendapat bantuan PENA dan RST, lengkap dengan perabotan rumah. Sementara sisanya, 422 KPM menerima program PENA saja. Dalam pendanaan PENA di Malang Raya, indeks bantuan yang diberikan sebesar Rp10 juta per KPM.
Salah satu KPM penerima RST dan PENA adalah Rohimah. Warga asal Kp Pejomakmur, Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur itu mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Dia tidak menyangka mendapat bantuan berlipat ganda.
Kini, rumah dari anyaman bambu yang ia tempati bersama suami dan kedua anaknya sudah disulap jadi rumah permanen. Tak ada lagi alas tanah dan dinding dari anyaman bambu. ”Alhamdulillah bersyukur sekali,” ujarnya.
Tak hanya itu, sang suami Muhammad Samsul, 32, juga memperoleh modal dari program PENA untuk usaha ciloknya. Niatnya mengembangkan usaha ciloknya menjadi makanan beku akhirnya terlaksana. ”Sebelumnya terkendala ndak ada kulkasnya. Tapi Alhamdulillah udah dikasih kulkas, kompor, sama bahan-bahan buat cilok lainnya,” ungkap Samsul.
Dengan bantuan yang diterima, kini keduanya percaya diri untuk graduasi dari program bansos Kemensos.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
