Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Desember 2022 | 19.55 WIB

Jelang Libur Nataru, 600 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta

Ilustrasi rekayasa lalu lintas oneway pada arus balikLebaran. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com - Image

Ilustrasi rekayasa lalu lintas oneway pada arus balikLebaran. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JawaPos.com – Gelombang mudik Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) telah dimulai. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat, sebanyak 600.394 kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabotabek pada H-7 sampai H-4 Natal atau pada Minggu–Rabu (18–21/12).

Angka tersebut merupakan kumulasi arus lalu lintas (lalin) dari empat gerbang tol (GT) utama, yaitu GT Cikupa (arah Merak), GT Ciawi (arah Puncak), GT Cikampek Utama (arah Trans-Jawa), serta GT Kalihurip Utama (arah Bandung). ”Total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabotabek naik 13,27 persen jika dibandingkan lalin normal periode Juni 2022 dengan total 530.042 kendaraan,” ujar Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga Lisye Octaviana kemarin (22/12).

Jika dibandingkan dengan prediksi volume lalin Nataru 2022 pada periode yang sama, total volume lalin tersebut naik sebesar 2,64 persen dengan total 584.945 kendaraan. Ratusan ribu kendaraan itu terpantau menuju tiga arah. Mayoritas atau sebanyak 269.870 kendaraan (44,95 persen) menuju arah timur atau arah Trans-Jawa dan Bandung. Perinciannya,140.585 kendaraan menuju arah Trans-Jawa melalui GT Cikampek Utama jalan tol Jakarta–Cikampek dan 129.285 kendaraan menuju arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama jalan tol Cipularang. Lalu, 194.405 kendaraan (32,38 persen) menuju arah barat atau arah Merak melalui GT Cikupa jalan tol Tangerang–Merak dan 136.119 kendaraan (22,67 persen) menuju arah selatan atau Puncak melalui GT Ciawi jalan tol Jagorawi.

Lisye mengimbau pengguna jalan untuk mengantisipasi perjalanan sebelum memasuki jalan tol, terutama dalam momen Nataru saat ini. Pastikan kendaraan maupun pengendara dalam keadaan prima, mematuhi protokol kesehatan saat berada di rest area, memastikan kecukupan BBM dan saldo uang elektronik, serta mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas.

”Jasa Marga telah mengidentifikasi titik-titik yang rawan terjadi kepadatan. Untuk antisipasinya, akan dilakukan rekayasa lalu lintas,” ujar Pgs (Pengganti Sementara) General Manager Representative Office 1 Jasa Marga Metropolitan Tollroad Ginanjar Bekti Rakhmanto. Jasa Marga akan berkoordinasi dengan petugas patroli jalan raya (PJR) dan kepolisian setempat untuk diskresi rekayasa lalin yang dibutuhkan.

Pada bagian lain, Pertamina menjamin ketersediaan stok BBM selama periode Nataru. Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution menuturkan, pihaknya memastikan pasokan energi dalam kondisi aman. Seluruh tim satgas Nataru yang dibentuk Pertamina Patra Niaga dipastikan stand by sejak 15 Desember 2022 hingga 8 Januari 2023. Satgas itu bersiaga di jalur strategis dan wisata untuk memastikan pasokan dan layanan BBM, LPG, maupun avtur.

Alfian dan manajemen Pertamina Patra Niaga fokus melakukan peninjauan di wilayah-wilayah yang diperkirakan mengalami peningkatan mobilitas selama Nataru. Misalnya di tol Trans-Jawa, yakni SPBU Rest Area Km 57 ruas tol Jakarta–Cikampek, layanan Kiosk Pertamina Siaga di ruas tol Cipali, hingga SPBU Rest Area Km 379 ruas tol Batang–Semarang.

Alfian menjelaskan, Pertamina menyiagakan layanan tambahan di jalur tol dan wisata. Sebanyak 54 Kiosk Pertamina Siaga, 496 motoris atau Pertamina Delivery Service (PDS), 192 mobil tangki stand by, serta 1.184 SPBU, 4.186 pangkalan LPG Siaga, dan 8 titik Rumah Pertamina Siaga siap melayani masyarakat yang bermobilisasi di pengujung tahun ini.

”Layanan-layanan tambahan tersebut kami siagakan di titik strategis. Di antaranya, kami menyiapkan motoris untuk antisipasi kemacetan, kemudian Rumah Pertamina Siaga, mobil tangki yang stand by di SPBU, kemudian ada Pertashop di lokasi-lokasi yang belum terdapat SPBU,” jelasnya kemarin.

Alfian menambahkan, saat ini ketahanan stok BBM dan LPG nasional dalam kondisi aman. Untuk coverage days produk BBM berada di atas 19 hari. Avtur masih di atas 29 hari. Sedangkan untuk coverage days LPG masih di atas 18 hari. ”Masyarakat tak perlu khawatir. Sebab, di momen Natal dan tahun Baru (Nataru) kali ini, pasokan BBM kami pastikan aman dan LPG juga aman,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memimpin Apel Gelar Pasukan Angkutan Nataru di Stasiun Gambir, Jakarta. Dalam kesempatan itu, dia meminta kepada para petugas di stasiun untuk melayani dengan sepenuh hati. Termasuk memberikan pelayanan yang prima kepada para penumpang kereta api (KA) yang akan bepergian di masa libur Nataru.

”Laksanakan tugas dengan sepenuh hati dan berikan pelayanan yang terbaik kepada para penumpang. Karena kereta api menjadi salah satu moda favorit masyarakat di masa libur Nataru,” tuturnya.

Menhub juga meminta jajaran PT KAI untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Diprediksi, sekitar 5,11 juta masyarakat akan melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi KA. Jumlah itu meningkat 127,64 persen dibandingkan tahun lalu atau meningkat hampir tiga kali lipat.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengungkapkan, guna meningkatkan keselamatan perjalanan KA di masa angkutan Nataru, pihaknya mengerahkan 45 petugas pemeriksa jalur ekstra, 324 petugas penjaga pintu perlintasan ekstra, dan 62 petugas daerah rawan. Total 431 petugas disiagakan di sepanjang lintasan KA Jawa dan Sumatera. Mereka bertugas memantau rintang jalan atau peristiwa luar biasa hebat (PLH) yang bisa menghambat perjalanan KA.

KAI juga menyiapkan total 3.943 petugas pengamanan dari unsur internal dan eksternal perusahaan. Perinciannya, 1.338 personel polisi khusus kereta api (polsuska), 2.202 personel sekuriti, dan 403 personel tambahan dari TNI/Polri. Ribuan petugas pengamanan tersebut akan melakukan pengamanan di atas KA, stasiun, serta melaksanakan patroli mobile sepanjang lintasan jalur KA yang rawan tindakan kejahatan. ”Di samping itu, para petugas tetap akan menegakkan protokol kesehatan bagi seluruh pelanggan di stasiun dan selama perjalanan,” terangnya.

Pihaknya juga telah memastikan keandalan sarana dan prasarana KAI. Termasuk melakukan ramp check atau pemeriksaan kelaikan dan kesiapoperasian lokomotif dan kereta. Pemeriksaan dilakukan bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian pada Oktober–November lalu.

Dari sisi fasilitas, KAI telah mempersiapkan dengan optimal mulai dari memasuki area stasiun, di atas kereta, hingga keluar area stasiun tujuan. ”Kebersihan area stasiun, ruang tunggu penumpang, toilet, serta kereta terus dijaga untuk memberikan kenyamanan kepada para pelanggan,” ucapnya.

Pada angkutan Nataru ini, KAI menyediakan 5,5 juta tempat duduk. Sampai 21 Desember telah terjual 916 ribu tiket KA jarak jauh atau 39 persen dari total tiket yang disediakan.

Antisipasi Cuaca

BMKG memprediksi puncak musim hujan terjadi pada periode Desember 2022 hingga Januari 2023. Hal tersebut rawan memicu terjadinya gelombang tinggi dan angin kencang di sejumlah lintasan penyeberangan. Karena itu, Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG. ”Kami juga berkoordinasi intensif dengan kepolisian, TNI, dan otoritas pelabuhan sebelum kapal feri melakukan pelayaran. Tujuannya agar perjalanan aman dan lancar sampai tujuan,” ujarnya.

ASDP, lanjut Shelvy, telah menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi cuaca ekstrem. Misalnya mengoperasikan kapal berukuran besar dan memastikan kelengkapan alat-alat keselamatan sesuai SOP pelayaran. Antara lain sekoci, rakit penolong, serta APAR dan hidran.

”Kami juga aktif dan berkelanjutan menyampaikan informasi kepada pengguna jasa jika terdapat keterlambatan pelayanan yang timbul karena cuaca ekstrem. BMKG juga membuka posko yang secara aktif akan merilis informasi cuaca kepada seluruh operator penyeberangan,” bebernya.

Persiapan Nataru juga dilakukan TNI. Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menyampaikan, sebanyak 25 ribu prajurit dikerahkan untuk membantu Polri dalam pengamanan Nataru. Mereka berasal dari tiga matra. ”Terdiri atas 18 ribu personel TNI-AD, 5 ribu TNI-AL, dan 2 ribu TNI-AU,” ungkapnya kepada awak media di Jakarta. TNI juga menyiapkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk membantu Polri.

Lebih lanjut, Yudo menuturkan, potensi kecelakaan dan bencana alam turut diantisipasi TNI. Karena itu, pihaknya menyiapkan tiga kapal rumah sakit. ”Untuk antisipasi, barangkali ada hal-hal yang tidak diinginkan karena cuaca saat ini,” imbuhnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore