Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Februari 2024 | 05.15 WIB

Film Dirty Vote Trending di Media Sosial X, Munculkan Beragam Cuitan Yin dan Yang dari Warganet

Tangkapan Layar dari trailer Film Dokumenter Dirty Vote. (Istimewa) - Image

Tangkapan Layar dari trailer Film Dokumenter Dirty Vote. (Istimewa)

JawaPos.com –  Usai tayang perdana pada hari Minggu (11/2) lalu, film dokumenter Dirty Vote hingga kini masih jadi trending nomor satu di media sosial X (Twitter, red).

Berdasarkan pantauan JawaPos.com dari media sosial X, postingan mengenai film dokumenter kecurangan pemilu Dirty Vote sudah ada sebanyak 276 ribu.

Beragam respon Yin dan Yang dari warganet turut mewarnai viralnya film tersebut. Yin dan Yang ini merupakan filosofi Tionghoa tentang dua sifat berlawanan, namun saling berhubungan. 

Sehingga, dua sifat ini tak bisa dipisah satu sama lain. Filosofi itu cocok dan sama persis dengan cuitan-cuitan warganet terkait rilisnya film Dirty Vote saat masa tenang jelang pemilu ini.

Pada intinya, banyak warganet yang marah dengan dugaan tindak - tindak kecurangan yang mungkin dilakukan dalam pemilu yang terjadi selama ini usai menonton film tersebut.

Salah satu warganet, @y_stbatuah melalui cuitannya, mengaku bahwa dirinya telah menonton film dokumenter tersebut. Menurutnya, film itu sangat berguna jelang hari pemungutan suara 14 Februari mendatang.

"Udah ditonton, terima kasih. Film ini sangat berguna sekali, jelas sekali skenario sangat rapi, menurut mereka sudah rapi, tapi skenario Allah lah yang akan berlaku, semoga Allah melindungi bangsa Indonesia dari orang yang haus kekuasaan," tulis @y_stbatuah, Minggu (11/2), seperti yang dikutip Radar Jogja (JawaPos Grup).

Adapun akun warganet lainnya, @abanglurus yang mengaku merasa sedih dengan kondisi negara saat ini setelah menonton Dirty Vote. "Hancur, rusak ini negara. Dirty Vote," cuitnya.

Sementara itu, akun @JonnoPras3tyo juga turut menanggapi bahwa kemunculan film Dirty Vote ini menunjukkan presiden yang buruk bagi sejarah demokrasi Indonesia.

"Sampai tercipta film seperti ini berarti akan menjadi catatan yang buruk bagi sejarah demokrasi negeri ini," tulisnya.

Tak sedikit juga netizen Indonesia yang mulai mempertanyakan alasan kenapa film Dirty Vote ini keluar atau di rilis pada saat masa tenang menjelang pemilu 2024

Disisi lain, Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid turut berkomentar di media sosial X mengenai film Dirty Vote tersebut.

Menurutnya, tiga pakar hukum tata negara yang mengisi film ini yakni Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan Zainal Arifin Mochtar, merupakan pejuang demokrasi yang kredibilitasnya tak perlu diragukan lagi.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore