Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 September 2022 | 16.10 WIB

Rutin Mencuci Aglaonema: Daun Glowing Alami, Nutrisi pun Terserap Baik

MERAH ALAMI: Nia Amy menunjukkan beberapa koleksi aglaonema miliknya. Sebulan sekali, dia mencuci aglaonema agar daunnya makin kinclong. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS) - Image

MERAH ALAMI: Nia Amy menunjukkan beberapa koleksi aglaonema miliknya. Sebulan sekali, dia mencuci aglaonema agar daunnya makin kinclong. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

Tanaman hias harus dirawat supaya keindahannya selalu terpancar. Salah satunya dengan teknik mencuci tanaman memakai sabun. Beragam manfaat didapatkan setelah tanaman itu dicuci.

---

ADA beragam trik yang dilakukan para pencinta tanaman supaya koleksi kesayangannya semakin indah. Misalnya, teknik mengilapkan tanaman hias seperti aglaonema agar daunnya semakin cerah, segar, dan kinclong. Bahan yang diperlukan pun cukup mudah ditemui. Salah satunya, sabun cuci piring.

Teknik itu diungkapkan Nia Amy, penghobi tanaman asal Surabaya, kepada Jawa Pos Kamis (15/9). Teknik tersebut dapat mengatasi aglaonema yang kusam, berdebu, hingga kurang segar. Padahal, daya tarik tanaman hias itu terletak pada kecantikan daunnya. Bagi Nia, daun yang indah, sehat, dan mengilap akan terjadi secara alamiah jika pemilik melakukan perawatan dengan benar.

Perempuan 32 tahun itu mengatakan, sabun cuci piring untuk mencuci aglaonema dapat menjadi alternatif pestisida alami yang aman. Sebab, sabun cuci piring adalah insektisida yang tidak merusak lingkungan. ’’Saya lebih memilih menggunakan sabun berjenis cair karena lebih mudah larut dalam air,’’ paparnya.

Manfaat lain, seusai dicuci, tanaman akan lebih mudah menyerap nutrisi ketika diberi pupuk. Dengan begitu, tanaman makin segar, lebih glowing, dan tak rentan terserang hama seperti kutu putih. Namun, mencuci tanaman tak boleh dilakukan terlalu sering dan takaran sabun cuci piring tak boleh berlebih. Salah-salah, daun akan kering terbakar hingga batang menjadi lonyot dan busuk. Cukup dilakukan sebulan sekali. ’’Kan tentu saja cara ini bisa mengikis semacam lapisan lilin alami tanaman. Makanya, takaran sabun cukup setengah sendok makan untuk 1 liter air,’’ jelasnya saat ditemui di rumahnya, kawasan Rungkut Asri.

Bagi ibu tiga anak itu, waktu yang baik untuk mencuci aglaonema adalah saat matahari tak terlalu terik. Yaitu, pagi sebelum pukul 09.00 dan sore setelah pukul 16.00. Sebab, sinar ultraviolet bisa merusak pigmen dan kekuatan daun yang lapisan lilinnya baru saja terkikis. ’’Juga disarankan waktu usia remaja, ketika aglaonema sudah punya minimal lima daun,’’ ungkapnya.

Photo

(FOTO: ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

Namun, jangan pernah menyiramkan sabun cuci piring ke media tanam dan akar aglaonema karena akan membunuh semua mikroorganisme baik dan jahat yang ada. Padahal, mikroorganisme baik bisa membantu mengurai unsur hara yang dibutuhkan tanaman. ’’Jika ingin mencuci aglaonema, bisa melepasnya dari media tanam,’’ katanya.

Kemudian, masukkan ke dalam air hingga batangnya saja dan gosok secara perlahan dengan menggunakan spons, kapas, ataupun cotton bud. Tak ada cara khusus saat menggosok, asalkan tak merusak daun dan hama yang ada sudah rontok. Langkah terakhir, keringkan daun dengan menggunakan kain dan letakkan di tempat yang teduh.

Bahan lain yang bisa digunakan untuk mengilapkan aglaonema adalah baby oil dan santan. Caranya, cukup menuangkan baby oil itu ke kapas dan oleskan secara merata di daun. Begitu pula dengan santan. Namun, Nia tak menyarankan menggunakan dua bahan tersebut.

Berdasar pengalamannya, jika menggunakan baby oil, tanaman akan terlalu mengilap dan tak natural. Selain itu, daun menjadi kering dan tipis. Sementara itu, jika menggunakan santan, prosesnya akan sulit karena kasar dan tak licin seperti halnya saat menggunakan sabun. ’’Pakai sabun aman kok. Sudah banyak yang mempraktikkannya,’’ tegasnya.

Menurut Nia, teknik mencuci tanaman bisa diterapkan di hampir semua jenis tanaman. Namun, tak semuanya bisa menggunakan teknik rendam. Jika ingin menerapkan di selain aglaonema, bisa dilakukan satu per satu tiap daunnya. ’’Perlu dilihat juga karakteristik tanamannya, apakah sensitif atau tidak,’’ tuturnya.

---

TIPS MENCUCI DAUN AGLAONEMA


  • Larutkan ½ sendok makan sabun cuci piring cair pada 1 liter air.


Photo

(FOTO: ALFIAN RIZAL/JAWA POS)


  • Lepaskan aglaonema dari media tanam supaya mikroorganisme tak mati.


Photo

(FOTO: ALFIAN RIZAL/JAWA POS)


  • Masukkan keseluruhan tanaman dari daun hingga batang ke wadah yang telah berisi air sabun.


Photo

(FOTO: ALFIAN RIZAL/JAWA POS)


  • Gosok secara perlahan dengan menggunakan spons, kapas, atau cotton bud.

  • Kembalikan ke media tanam, lalu keringkan dan hindarkan dari sinar matahari langsung.


Photo

(FOTO: ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore