Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Februari 2024 | 14.01 WIB

Dulu “A Kasihan A”, Sekarang “A Silakan Beli Keripik A”

Baldiah, 55, pengemis yang viral di media sosial dengan kalimat “A kasihan A…” kini merintis usaha keripik singkong. - Image

Baldiah, 55, pengemis yang viral di media sosial dengan kalimat “A kasihan A…” kini merintis usaha keripik singkong.

JawaPos.com – Baldiah, 55, pengemis yang viral di media sosial dengan kalimat “A kasihan A…” kini merintis usaha keripik singkong. Baldiah mendapatkan modal dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk bisa membuka usaha dan tak mengemis lagi.

Tak hanya Baldiah, sang suami Ropik, 46, juga diberikan bantuan usaha ternak ayam petelur.

Ayah kandung Baldiah, Abah Sanip, 77, mengatakan, sang anak terpaksa mengemis karena terdesak kebutuhan ekonomi. Sementara, suaminya juga kesulitan mendapat pekerjaan.

Baldiah membutuhkan pekerjaan untuk menopang kehidupan ekonomi keluarga dan biaya sekolah anaknya,” ujar Abah Sanip, Rabu (31/1).

Menurutnya, setelah mendapat bantuan dari Kemensos melalui Sentra Galih Pakuan Bogor, Baldiah kini sudah tidak mengemis lagi. Karenanya, dia sangat mengapresiasi bantuan kewirausahaan yang diberikan.

Kepala Sentra Galih Bogor Rinto Indratmoko mengungkapkan, sebelum memberikan bantuan kewirausahaan, pihaknya telah membawa Baldiah dan keluarga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan psikologis. Hasilnya, Baldiah memerlukan konseling berkala.

”Selanjutnya kami akan mendampingi untuk konseling berkala. Ada empat sesi hingga akhir Februari nanti,” tuturnya.Konseling berkala ini, lanjut dia, bertujuan untuk pemantapan pengubahan perilaku Baldiah agar berhenti mengemis.

Rinto mengatakan, meski secara psikologis mengalami retardasi mental, Baldiah cukup baik dari segi sosial. Baldiah pun diketahui aktif dalam pengajian warga, walaupun membutuhkan pendampingan orang dewasa untuk memenuhi keamanan dirinya di ruang sosial.

Setelah pemeriksaan tersebut, Baldiah kemudian diberikan pelatihan membuat keripik singkong bersama Kader PKK Desa Ciasahan, pada 22 Januari 2024. Ia juga diajari cara pengemasan hingga pemasaran. ”Kader PKK Desa Ciasahan bersedia membantu mengembangkan dan memonitor usaha keripik singkong milik Baldiah,” ungkapnya.

Tak hanya itu, tim juga memberikan edukasi dalam pengelolaan keuangan. Sehingga, bantuan yang sudah diterima dapat dipergunakan secara bijak sesuai dengan kebutuhan dan ditabung untuk pendidikan anaknya. ”Pada tahap awal, Baldiah akan dibantu oleh kerabatnya hingga nanti ia bisa mandiri,” sambungnya.

Di sisi lain, Kemensos turut memberikan alat bantu dengar bagi Abah Sanip. Sementara itu, untuk mendukung keberlanjutan pendidikan anak Baldiah, Abdul Fitriadi (11), Kemensos memberikan bantuan berupa peralatan sekolah dan akan terus memonitor perkembangan belajar melalui pihak desa dan pendamping. Sebelumnya, Kemensos juga memberikan bantuan ATENSI kebutuhan dasar berupa nutrisi, sembako, alat kebersihan diri, dan perlengkapan ibadah untuk Baldiah.

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore