
DIIKUTI 90 NEGARA: Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim membuka International Olympiad in Informatics (IOI) ke-34 yang digelar di Jogjakarta pada 7–15 Agustus 2022.
JawaPos.com - Indonesia menjadi tuan rumah ajang kompetisi bergengsi di bidang informatika dunia, International Olympiad in Informatics (IOI). Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) dipilih sebagai lokasi pergelaran IOI ke-34 pada 7–15 Agustus 2022.
”Saya ucapkan selamat datang kepada seluruh siswa kontestan IOI dan seluruh leader dan team leader dari seluruh dunia. Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi Indonesia telah dipercaya untuk menjadi tuan rumah salah satu olimpiade sains tingkat dunia yang tertua dan terbesar,” terang Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim pada pembukaan IOI 2022 di Jogjakarta, Selasa (9/8).
Presiden IOI Benjamin Burton menjelaskan, perhelatan tersebut diikuti oleh 535 siswa tingkat menengah dari 90 negara. Sebanyak 357 siswa berlaga dalam kompetisi, sementara 179 lainnya merupakan leader atau pendamping. Jumlah tersebut merupakan jumlah peserta terbanyak sepanjang berlangsungnya pergelaran IOI.
”IOI merupakan sarana bagi siswa sekolah menengah dari berbagai negara untuk dapat bersaing dalam kompetisi berkaitan dengan informatika. Kami berharap pelaksanaan IOI akan berlangsung baik dan memberikan dampak positif yang besar bagi perkembangan transformasi digital pendidikan di negara yang menyelenggarakan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Suharti mengatakan, ditunjuknya Indonesia sebagai tuan rumah merupakan sebuah kebanggaan karena IOI merupakan ajang olimpiade ke-4 tertua di dunia. Apalagi, tahun ini adalah kali pertama IOI digelar secara hibrida (perpaduan daring dan luring) setelah dua tahun terakhir dilakukan secara online.
”Pergelaran ini diharapkan dapat mendorong, menantang, dan memberikan pengakuan terhadap anak-anak muda yang punya talenta di bidang informatika. Selain itu, menjadi ajang persahabatan internasional bagi para ilmuwan maupun pendidik,” jelasnya.
Suharti menambahkan, Indonesia mengirimkan delapan perwakilan dari berbagai daerah. Salah seorang pendamping peserta Indonesia Adi Mulyanto menjelaskan, proses pembinaan telah dilakukan selama satu tahun terakhir. Delapan peserta asal Indonesia itu telah melewati serangkaian tahap seleksi. Mulai seleksi olimpiade tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. ”Awalnya, ada 40 medalist yang dibina. Diseleksi menjadi 20, kemudian diseleksi lagi menjadi 17. Lalu, dibina dan kembali diseleksi hingga menjadi 8 orang,” jelasnya.
Adi mengatakan, anak didiknya telah terbiasa mengikuti kompetisi olimpiade sains sebelumnya. Untuk itu, dia mengungkapkan tidak ada kendala yang berarti selama melakukan persiapan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
