Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Mei 2022 | 17.49 WIB

Megawati Yakin Perdamaian Korea Bisa Terwujud Tanpa Intervensi Asing

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri hari ini genap berusia 72 tahun. Beragam ucapan selamat datang dari para kader maupun elite partai di republik ini. - Image

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri hari ini genap berusia 72 tahun. Beragam ucapan selamat datang dari para kader maupun elite partai di republik ini.

JawaPos.com - Presiden kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyatakan, penyelesaian permasalahan di Semenanjung Korea bisa dilakukan dengan jalan dialog dan jalan kebudayaan. Bukan dengan senjata.

Dia menyebut, dialog antara Korea Selatan dan Korea Utara bisa dilakukan dengan berakar dari keluarga yang sama, tanpa intervensi pihak lain.

“Kuncinya, persoalan di Semenanjung Korea harus diselesaikan melalui jalan dialog, jalan kebudayaan, jalan yang meretas kepercayaan, dan penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan,” kata Megawati, Kamis (12/5).

Menurut Megawati, identitas kebudayaan Bangsa Korea saat ini sangatlah kuat. Dia berujar, ini akan menjadi modal penting di dalam mendorong perdamaian dunia, termasuk di Semenanjung Korea.

“Bung Karno, kami semua, dan seluruh rakyat Indonesia, selalu berjuang bagi perdamaian dunia berdasarkan penghormatan atas kemanusiaan, kemerdekaan, dan keadilan sosial,” ucap Megawati.

Melalui identitas, jati diri dan karakter kebudayaan yang sama antara Korea Utara dan Korea Selatan meyakini, spirit berkebudayaan yang akan menjadi kunci perdamaian dengan apa yang disebut reunifikasi Korea.

Namun hal yang sangat penting lainnya selain berkepribadian dalam kebudayaan, adalah berdaulat di bidang politik. Prinsip berdaulat dalam politik ini sangatlah penting di dalam dialog untuk perdamaian.

“Penjabaran berdaulat di bidang politik tersebut membawa makna bahwa perdamaian abadi hanya bisa dilakukan oleh Bangsa Korea sendiri, tanpa adanya intervensi negara lain. Sebab keduanya adalah satu keluarga, satu identitas kebudayaan,” urai Megawati.

Prinsip tidak adanya campur tangan negara lain terhadap persoalan domestik suatu bangsa juga menjadi salah satu poin penting dari Dasa Sila Bandung, yang telah menjadi spirit Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955. Intinya, dengan identitas kebudayaan yang menyatukan bangsa Korea, dan dalam satu kesatuan geografis di Semenanjung Korea, berbagai harapan untuk membangun dialog kebudayaan sebagai jalan meretas perdamaian di Bumi Peninsula sangatlah penting.

Megawati meyakini, jalan menuju perdamaian di Korea yang begitu penting bagi perdamaian dunia, dapat diwujudkan. Asal dilakukan dengan landasan kebudayaan, dan perekonomian yang telah mencapai suatu tahapan menuju berdikari, dengan prinsip-prinsip berdaulat di bidang politik.

Serta dijalankannya Spirit Dasa Sila Bandung yang menghormati penyelesaian berbagai persoalan secara damai, tanpa adanya intervensi asing.

“Kita semua percaya, bahwa dengan jalan kebudayaan yang diterangi oleh mata hati, optimisme dan rasa saling percaya, akan benar- benar menjadi jalan perdamaian. Hal itu saya yakini, juga menjadi dambaan seluruh bangsa Korea; rakyat Korea yang sebenarnya adalah satu bangsa, satu jiwa dan satu karakter dalam kebudayaan," pungkas Megawati.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore