Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Mei 2022 | 15.43 WIB

Pesan Terakhir Lily Wahid pada Gubernur Khofifah tentang Matematika

Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan pemimpin perubahan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Selasa (10/12). (Pemprov Jatim) - Image

Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan pemimpin perubahan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Selasa (10/12). (Pemprov Jatim)

JawaPos.com- Jenazah almarhumah Nyai Hj Lily Khadijah Wahid telah dimakamkan di kompleks pemakaman Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Selasa (10/5) sore. Ribuan santri, masyarakat hingga para tokoh turut mengantarkan adik kandung Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu ke pesarean.

Mengutip Radar Jombang Jawa Pos, sejumlah tokoh maupun ulama yang hadir, antara lain, Ketua PWNU Jatim KH Marzuqi Mustamar, KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) hingga Ketua Dewan Pers Prof Muhammad Nuh. Hadir pula Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan jajaran Forkopimda Jatim hingga Bupati Jombang Munjidah Wahab.

Jenazah almarhumah tiba di Ponpes Tebuireng sekitar pukul 16.00 WIB, setelah menempuh perjalanan darat dari Jakarta. Lalu, dilanjutkan dengan prosesi salat jenazah yang dipimpin pengasuh Ponpes Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin).

Selama hidup, Gus Kikin mengenal Lily Wahid sebagai pribadi yang sangat baik. Selain istiqamah bermalam di Tebuireng setiap beberapa bulan sekali, Lily Wahid merupakan sosok guru dan teman diskusi untuk banyak hal. Terlebih untuk kemajuan pesantren.

Sementara itu, dalam akun IG, Gubernur Khofifah Indar Parawansa juga menuliskan pengalaman terakhirnya bersama almarhumah. ‘’Pesan terakhir belau kepada saya bahwa pada tanggal 23 April beliau berencana silaturrahim dan ziarah ke Tebuireng,’’ ujarnya.

Selanjutnya, berencana untuk bertemu dengan Khofifah. Salah satunya untuk membahas penguatan matematika anak-anak. Sebab, anak-anak kini sudah makin mengandalkan teknologi. Karena itu, penggunaan berfikir dan logika matematika sudah banyak berkurang. Ternyata, pada 23 April itu, Lily Wahid batal ke Jatim.

Pada 24 April, cucu pendiri NU Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari itu harus melakukan observasi untuk jantung. Akhirnya, Khofifah mendapat informasi bahwa Senin (9/5) sore, adik Gus Dur itu dipanggil menghadap Allah SWT.

‘’Semoga beliau dipanggil dalam keadaan husnul khotimah, semua amal ibadahnya diterima Allah dan lhilafnya diampuni Allah. Keluarganya diberikan keikhlasan dan ketabahan serta kesabaran. Al fatihah,’’ paparnya.

Diketahui, Nyai Lily Wahid adalah salah seorang putri KH A. Wahid Hasyim yang menikah dengan Nyai Hj Solichah, putri KH Bisyri Syamsuri (salah seorang pendiri NU). Saudara Lily Wahid adalah Gus Dur, Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi (ketua umum PP Muslimat NU periode1995-2000), KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), Umar Wahid (dokter alumnus UI), dan KH Hasyim Wahid.

Nyai Lily Wahid lahir di Jombang, Jatim, pada 4 Maret 1948. Selama hidup, dia juga dikenal sebagai aktivis di IPPNU sejak muda yang vocal. Selain itu, juga sempat tercatat sebagai anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR RI periode 2009-2014.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore