Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Januari 2024 | 17.51 WIB

Gunung Merapi Lepaskan Awan Panas Guguran dan Lava Pijar, BPPTKG Beri Penjelasan

Gunung Merapi saat terjadinya erupsi. - Image

Gunung Merapi saat terjadinya erupsi.

JawaPos.com – Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah melepaskan awan panas guguran (APG) dan lava pijar pada Rabu (17/1).

Dilansir dari Radar Jogja (JawaPos Group), Gunung Merapi melepaskan 2 kali awan panas guguran dan 14 kali guguran lava pijar.

Sebanyak 2 awan panas guguran dan 14 guguran lava pijar, keduanya meluncur ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum sebesar 1.500 meter.

Kegempaan Awan Panas Guguran (APG) terjadi berjumlah 2 dengan amplitudo 13-59 mm dan berdurasi selama 134.8-163.32 detik.

Sedangkan kegempaan guguran berjumlah 94 dengan amplitudo sebesar 3-25 mm dan berdurasi selama 25.24-164.88 detik.

Kegempaan hybrid / fase banyak berjumlah 5 dengan amplitudo sebesar 3-11 mm dengan S-P selama 0.4-0.7 detik dan berdurasi selama 6-8.76 detik.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menjelaskan bahwa, saat ini pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap Gunung Merapi.

Pemantauan menunjukkan bahwa suplai magma masih berlangsung yang dapat menyebabkan terjadinya awan panas guguran.  

BPPTKG menyatakan bahwa terdapat potensi bahaya guguran lava dan awan panas pada wilayah selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh 7 km.

Sedangkan pada wilayah tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km.

Selain itu  lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak gunung.

Tingkat aktivitas Gunung Merapi berada di level III atau siaga. Dengan begitu, BPPTKG memberikan beberapa himbauan kepada masyarakat sekitar.

Masyarakat sekitar dihimbau agar tidak beraktivitas di lokasi atau di sekitar lokasi yang yang berpotensi terjadinya bahaya.

Selain itu masyarakat sekitar juga dihimbau untuk selalu menggunakan masker agar tidak terdampak akibat abu vulkanik.***  

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore