Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Maret 2022 | 04.40 WIB

Kemenhub Cegah Calo Bus Pariwisata Beroperasi pada Mudik Lebaran

Sejumlah calon penumpang berada di Terminal Kampung Rambutan Jakarta, Kamis (24/3/2022). Pemerintah menjadikan vaksin booster Covid-19 sebagai syarat perjalanan mudik pada libur Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, sebagai pengganti ditiadakannya hasil peme - Image

Sejumlah calon penumpang berada di Terminal Kampung Rambutan Jakarta, Kamis (24/3/2022). Pemerintah menjadikan vaksin booster Covid-19 sebagai syarat perjalanan mudik pada libur Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, sebagai pengganti ditiadakannya hasil peme

JawaPos.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengantisipasi adanya fenomena calo atau penyelenggara kegiatan ilegal, yang menawarkan jasa perjalanan mudik menggunakan bus pariwisata pada periode angkutan Lebaran 2022 ini.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, penawaran tiket mudik bus pariwisata oleh calo adalah hal yang ilegal dan tidak resmi. Hal tersebut berpotensi menjadi penipuan terkait tarif yang ditawarkan, maupun risiko yang sulit untuk diawasi faktor keselamatannya.

Menurutnya, oknum yang menawarkan tiket mudik dengan bus pariwisata ini patut diwaspadai, karena belakangan sudah banyak pihak mulai gencar menawarkan jasa untuk mengantarkan mudik. Sayangnya mereka beroperasi tanpa izin resmi, atau tidak terdaftar.

“Dikhawatirkan kalau kendaraannya sudah lama tidak diuji kir, maka faktor keselamatan jadi taruhannya. Oleh karena itu kami akan tingkatkan pemeriksaan dan pengawasan terhadap bus pariwisata gelap, sekaligus mengimbau masyarakat, untuk tidak tergiur pada tawaran harga murah tapi tidak terjamin keamanannya,” kata Dirjen Budi dalam keterangan yang diterima oleh JawaPos.com, Rabu (30/3).

Sehingga, pemerintah akan meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan angkutan pariwisata ilegal yang tidak berizin. Sementara bagi pengusaha bus pariwisata yang berizin, diharapkan untuk melakukan rampcheck terhadap armada yang dimilikinya, terutama menjelang Angkutan Lebaran 2022.

“Saat melakukan rampcheck dimohon agar berkoordinasi dengan BPTD dan Dishub setempat, terutama karena ada kemungkinan terdapat armada bus pariwisata yang lama tidak dioperasikan selama masa pandemi,” tuturnya.

Selain itu, Kemenhub juga meminta masyarakat agar menggunakan sekaligus mendukung operasional transportasi, khususnya operator bus yang resmi. Apalagi selama beberapa tahun terakhir bus pariwisata sering mengalami kecelakaan dan cukup fatal.

“Maka kami mengimbau untuk kita bersama-sama mencegah adanya kejadian tersebut dengan memilih menggunakan bus AKAP resmi dengan trayek yang sudah terdaftar sehingga pengawasan dan keselamatannya terjamin,” imbuhnya.

Dirjen Budi menambahkan, faktor keselamatan bus pariwisata dan AKAP menjelang Angkutan Lebaran 2022 perlu ditingkatkan. Terutama pada masa pandemi Covid-19, unsur kesehatan baik pengemudi dan kru patut diperhatikan sebelum bertugas.

“Kita semua tentu tidak ingin pada periode Angkutan Lebaran 2022 ini pengawasan menjadi lemah dan justru membahayakan kesehatan calon penumpang. Seharusnya baik peningkatan keselamatan dan protokol kesehatan tetap dijaga meski pandemi kini kian kondusif,” paparnya.

Ia juga mengimbau agar jajarannya di Ditjen Hubdat untuk menggandeng Polri agar menjalin koordinasi guna menjaring oknum yang berupaya menipu calon pembeli tiket mudik dengan bus pariwisata ilegal.

“Kita perlu mengantisipasi kejadian ini karena di media sosial sudah mulai banyak agen-agen yang tidak bertanggungjawab menawarkan jasa mudik dengan bus pariwisata yang kondisi bus nya tidak jelas serta trayeknya tidak memiliki izin,” pungkasnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore