Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 Januari 2024 | 20.12 WIB

Penetapan Ketua PWNU Jatim Diundur, Menunggu Rapat Gabungan Syuriah dan Tanfidziyah PBNU

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan KH Ahmad Fahrurrozi atau biasa sapa Gus Fahrur - Image

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan KH Ahmad Fahrurrozi atau biasa sapa Gus Fahrur

JawaPos.com – Sosok pengganti KH Marzuqi Mustamar sebagai ketua PWNU Jawa Timur (Jatim) masih belum jelas. Semula PBNU menyebut akan menetapkan ketua terpilih pada hari ini. Namun, rencana tersebut ternyata ditunda.

Perkembangan terkini itu disampaikan Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi kemarin (3/1). Dia menegaskan, rapat di kantor PBNU kemarin belum memutuskan sosok ketua PWNU Jatim.

”Tidak ditentukan saat ini, masih menunggu rapat gabungan,” katanya kemarin.

Gus Fahrur (sapaan Ahmad Fahrur Rozi) membantah jika rapat kemarin disebut deadlock. Dia mengatakan, rapat berlangsung biasa-biasa saja. Semua sepakat mengambil keputusan sesuai dengan ketentuan organisasi.

Gus Fahrur menegaskan, penentuan sosok pengganti Kiai Marzuqi menunggu rapat gabungan antara pengurus syuriah dan tanfidziyah PBNU. ”Maksimal (rapat digelar, Red) dua minggu lagi,” katanya.

Sebelumnya Gus Fahrur menyampaikan bahwa keputusan soal ketua PWNU Jatim bisa diambil pada rapat Rabu (3/1) di kantor PBNU. Rapat itu akan membahas dua skema pengisian ketua PWNU Jatim. Pertama, mengangkat satu dari sembilan wakil ketua PWNU Jatim. Skema kedua adalah menugaskan petinggi PBNU untuk menjadi ketua PWNU Jatim. Ketua penugasan ini menjabat hingga pemilihan ketua PWNU Jatim lewat forum konferensi wilayah (konferwil).

Pada bagian lain, pertemuan untuk mengerucutkan nama ketua PWNU Jatim yang akan diusulkan ke PBNU batal dilakukan kemarin. Hal itu dipastikan oleh Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Ali Maschan Moesa. Namun, dia belum bisa memastikan kapan pertemuan dan pembahasan berikutnya bakal digelar.

”Ada rencana hari ini (kemarin, Red), tapi ternyata belum. Ya, kita tunggu kapan nanti ada rapat,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di kawasan Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya.

Namun, Ali Maschan melihat ada beberapa opsi yang bakal diambil. Pertama, mengangkat posisi yang ada di bawah KH Marzuqi Mustamar. Kendalanya, posisi jabatan wakil ketua sekarang sudah masuk masa perpanjangan. ”Bisa saja langsung dikarteker seperti tempat lainnya di Surabaya dan Jombang. Atau bisa saja panitia konferensi langsung (dibentuk, Red). Bisa juga PBNU memiliki kebijakan lain,” paparnya.

Namun, menurut Ali Maschan, akan lebih bijak jika penetapan ketua PWNU Jatim menunggu pemilu usai. Karena itu, dia mengusulkan agar jabatan ketua PWNU Jatim dipegang Plt hingga masa pemilu rampung.

Ali Maschan menerangkan, kendati PWNU Jatim tidak memiliki ketua, bukan berarti jalannya organisasi terhalang. Sebab, pengambil keputusan tertinggi masih dipegang oleh rais syuriah. Dia memastikan bahwa jalannya organisasi masih seperti biasanya. (wan/gal/c9/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore