Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 Februari 2022 | 17.31 WIB

Jumlah Pasien Covid-19 di RS Masih Rendah Meski Kasus Harian Tinggi

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi. Kemenkes/Antara - Image

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi. Kemenkes/Antara

JawaPos.com - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, meski jumlah kasus harian tinggi, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit masih rendah. Menurut Nadia, sebagian besar yang terkonfirmasi merupakan kasus tanpa gejala dan bergejala ringan. Meski penularan dari varian Omicron lebih cepat ketimbang varian lain, namun kasus kesakitan maupun kematian akibat varian ini rendah.

"Hal ini dapat terlihat dari kondisi pasien yang dirawat di rumah sakit secara nasional masih sangat rendah. Rata-rata pasien yang dirawat di rumah sakit saat ini juga tidak bergejala dan gejala ringan. Dari data yang kita miliki, meski secara tren kenaikan kasus varian Omicron ini ada kemiripan dengan Delta, namun angka keterisian tempat tidur rumah sakit jauh lebih landai," ujar Nadia dalam keterangannya, Sabtu (5/2).

Nadia menyampaikan bahwa pemerintah mengimbau masyarakat yang positif Covid-19 namun tidak bergejala ataupun bergejala ringan tidak perlu ke rumah sakit. Cukup melakukan isolasi mandiri di rumah atau isolasi terpusat, serta memanfaatkan layanan telemedisin jika tersedia, atau melapor ke Puskesmas terdekat.

"Dengan demikian kita dapat mengurangi beban rumah sakit dan tenaga kesehatan, serta membantu menyelamatkan orang lain yang memiliki gejala sedang hingga kritis," katanya.

Nadia menuturkan, secara nasional, kondisi tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) RS di Indonesia masih berada pada ambang batas yang aman.

Hingga Jumat (4/2), persentasenya baru 20 persen, sementara jumlah pasien sebanyak 16.712 yang dirawat dari 80.344 tempat tidur yang tersedia untuk penanganan Covid-19. Jumlah ketersedian tempat tidur perawatan khusus pasien Covid-19 pun masih bisa ditambahkan lebih banyak lagi apabila dibutuhkan, seperti halnya langkah yang dilakukan pemerintah tahun lalu.

Data terbaru dari Kota Depok, Jawa Barat, misalnya kasus konfirmasi kasus positif lebih tinggi ketimbang gelombang kedua 2021 lalu. Namun pasien yang dirawat di rumah sakitnya baru mencapai 52 persen. Sementara itu kapasitas ruangan yang dialihkan untuk pasien Covid-19 masih 22 persen dari 30 persen ruangan untuk penanganan Covid-19.

"Ini artinya masih ada setidaknya 8 persen persen tambahan ruang rumah sakit untuk dijadikan tempat intensif penanganan pasien Covid-19. Ini berbeda halnya dengan puncak kasus pada periode Juli-Agustus 2021 di mana jumlah konfirmasi kasus di Depok lebih sedikit daripada jumlah konfirmasi per hari ini, tapi pasien yang dirawat lebih banyak," ungkapnya.

Karena itu, upaya yang perlu dilakukan saat ini adalah kembali menekan jumlah kasus dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan membatasi mobilitas masyarakat. Cakupan vaksinasi dosis lengkap juga harus terus dikejar berbarengan dengan dosis vaksin ketiga untuk memperkuat imunitas kelompok.

"Meski jumlah kasus meningkat dan keterisian rumah sakit dapat terkendali, namun menekan jumlah infeksi Covid-19 akan menjaga fasilitas layanan kesehatan tetap memadai," pungkasnya.

Diketahui, kasus positif Covid-19 semakin meningkat. Pada Jumat (4/2), Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat penambahan 32.211 kasus. Kemudian meninggal dunia tercatat sebanyak 42 orang. Sementara dinyatakan sembuh sebanyak 7.190 orang.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore