Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Desember 2023 | 05.11 WIB

BMKG Imbau Potensi Cuaca Ekstrem selama Periode Nataru, Masyarakat Diharap Waspada

Ilustrasi cuaca buruk di jalan / sumber: Jawa Pos - Image

Ilustrasi cuaca buruk di jalan / sumber: Jawa Pos

JawaPos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendorong masyarakat untuk tetap mengamati potensi cuaca ekstrem selama periode Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.

Dikutip dari Antara pada Senin (18/12), Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengatakan bahwa berdasarkan analisis terkini, Laut Cina Selatan mengalami tekanan rendah.

Pola tekanan rendah di sekitar Laut Cina Selatan tersebut dapat berlanjut selama 3-4 hari ke depan dengan kecenderungan melemah intensitasnya.

Hal ini dapat berdampak pada peningkatan potensi curah hujan, terutama di wilayah Jawa-Nusa Tenggara yang diperkirakan mulai terjadi pada Sabtu (23/12).

Guswanto menambahkan bahwa pola tekanan rendah di sekitar Laut Cina Selatan juga berkontribusi pada pembentukan pola pertemuan dan belokan angina.

Peristiwa tersebut dapat menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di sekitar Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, Guswanto memprediksi bahwa hujan akan terus terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia hingga Sabtu (23/12).

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi Tengah, Papua, Sulawesi, dan Maluku.

Terhadap potensi awan cumulonimbus (CB), Guswanto menyatakan bahwa pada periode 18-23 Desember 2023, potensi awan CB dapat terjadi dengan persentase cakupan spasial maksimum antara 50-75 persen.

Peristiwa tersebut akan terjadi di beberapa wilayah, seperti Laut Andaman, Laut Cina Selatan, Laut Sulu, Laut Filipina, Samudera Pasifik utara Pulau Papua, Samudera Hindia barat Pulau Sumatera.

Kemudian, Selat Malaka, Selat Karimata, Laut Sulawesi, Selat Makassar, Laut Seram, Laut Banda, Laut Aru, Laut Arafura, sebagian Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, dan Pulau Papua.

Lebih lanjut, dengan persentase cakupan spasial lebih dari 75 persen (Frequent), diprediksi terjadi di Laut Cina Selatan, Laut Filipina, Samudera Pasifik utara Pulau Papua, dan Laut Arafura.

 ***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore