
SUNSET DI PULAU DEWATA: Para wisatawan menikmati suasana senja di Pantai Kuta, Badung, Minggu (17/12).
JawaPos.com - Puncak arus libur Natal dan tahun baru (Nataru) diprediksi baru terjadi pada Jumat (22/12) pekan ini. Namun, Bali, destinasi wisata andalan Indonesia, mulai dipadati turis, baik domestik maupun mancanegara.
Dari pantauan Jawa Pos, sejak Sabtu (16/12), Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tampak padat. Area wisata pun tak kalah ramainya.
Kawasan Pantai Kuta masih menjadi favorit para wisatawan, terutama yang memburu suasana sunset atau matahari tenggelam.
Kemarin (17/12) pantai yang terletak di Kabupaten Badung itu ramai sejak sore. Para wisatawan menikmati momen indahnya matahari tenggelam dengan berbagai cara. Sebagian memilih duduk santai sambil mengabadikan momen golden sunset tersebut. Sebagian lainnya memilih bermain dan berenang di area sekitar pantai.
Rafi, 11, siswa MIN 2 Nganjuk, Jawa Timur, termasuk yang asyik bermain di Pantai Kuta bersama sang adik. ”Ke sini karena sedang libur sekolah,” ucap Rafi yang berlibur ke Bali bersama rombongan sekolah sampai hari ini (18/12).
Selain pantai, pusat perbelanjaan seperti Beach Walk juga terlihat sibuk. Para turis berbelanja di sejumlah outlet ternama di sana.
Membeludaknya turis ini turut berimbas pada arus lalu lintas di area Kuta. Kemacetan terpantau terjadi di sejumlah titik seperti sepanjang Jalan Pantai Kuta, Jalan Bakung Sari, Jalan Legian, hingga Jalan Kediri.
Gelombang wisatawan ini sudah diprediksi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. Dia memperkirakan, pada momen libur Nataru ini, pergerakan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, di Indonesia bisa tembus di angka 200 juta.
”Destinasi yang masih menjadi favorit adalah Banten, Jawa Barat, Jogjakarta, Jawa Tengah, Bali, dan yang paling meningkat Jawa Timur. Terutama destinasi Bromo Tengger Semeru yang kemarin sempat viral terbakar dan sudah kembali hijau. Itu kan terpilih menjadi taman terindah ketiga di Indonesia,” ungkapnya.
Di Jogjakarta, sanggraloka (daerah tujuan wisata) andalan Indonesia lainnya juga diprediksi diserbu turis. Jumlahnya bahkan mungkin akan meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Karena itu, Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Jogja meminta pengelola layanan parkir tidak memanfaatkan momen Nataru dengan menaikkan tarif yang tidak wajar alias nuthuk.
Kepada Jawa Pos Radar Jogja, anggota Forpi Kota Jogja Baharuddin Kamba menegaskan bahwa aksi nuthuk mengakibatkan wisatawan kapok. Karena itu, diperlukan sinergisitas organisasi perangkat daerah terkait, termasuk pemangku kewilayahan.
”Jangan beri ruang dan toleransi bagi pelaku parkir yang ketahuan nuthuk harga. Berikan sanksi tegas tanpa tebang pilih sebagai efek jera,” tegas Kamba. (mia/rul/c14/ttg)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
