JawaPos.com - The Futurist Summit 2023 digelar hari ini Selasa (12/12) di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan. Acara tersebut mendapat sambutan positif dihadiri oleh sekitar 1.100 orang dari berbagai latar belakang.
Presiden Jokowi dalam sambutannya mengatakan bahwa diirinya memberikan dukungan akan gelaran konferensi futuris ini.
Presiden Jokowi menyatakan, pandangan futuristik penting untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai tantangan yang akan muncul di masa depan. Seperti perubahan iklim, disrupsi teknologi, advanced robotic and artificial intelligence, dan lain-lain.
"Saya menyambut baik penyelenggaraan The Futurist Summit 2023, untuk memetakan tantangan dan peluang masa depan serta merumuskan langkah strategis dalam meraih Indonesia maju yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Jokowi dalam sambutannya.
Tantangan untuk perubahan iklim, Indonesia dan dunia mulai mengarahkan pada green economy, blue economy. Ekonomi yang tidak hanya mencari keuntungan semata, tapi juga memperhatikan lingkungan, bumi, dan perairan.
“Agenda mempersiapkan masa depan harus semakin kita perkuat. Mulai penguasaan terhadap future knowledge, future technology, dan future skills harus semakin ditingkatkan. Oleh karena itu, saya mengapresiasi kontribusi Pijar Foundation sebagai katalis masa depan," kata Jokowi.
Dengan berkumpulnya ribuan orang dalam acara The Futurist Summit 2023, orang nomor satu di Indonesia itu mengharapkan munculnya rumusan dan langkah-langkah strategis untuk tujuan mendorong Indonesia jadi lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Pijar Foundation Ferro Ferizka mrngungkapkan, pihaknya akan terus bergerak ke depan dengan berfokus pada tiga pilar utama yaitu pendidikan, inovasi, dan kebijakan publik.
“Kami yakin kolaborasi adalah kunci, dan kami tidak mungkin melakukan ini sendiri karena kami tahu Indonesia tidak kekurangan orang pintar dengan ide-idenya," tuturnya.
"Pijar Foundation hadir sebagai katalis kolaborasi dengan memfasilitasi akselerasi kualitas masyarakat Indonesia melalui pendidikan, kewirausahaan dan juga kebijakan publik,” imbuh Ferro.
Selama dua tahun berdiri, Pijar Foundation telah menjaring lebih dari 63.000 beneficiaries (penerima manfaat), melaksanakan lebih dari 25 proyek sosial, dan merangkul lebih dari 500 institusi mitra.